PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Standar penilaian memberikan kriteria untuk menilai kemajuan menuju visi pendidikan sains. Standar ini menggambarkan kualitas praktek penilaian yang digunakan oleh guru dan lembaga pendidikan untuk mengukur prestasi siswa dan kesempatan yang diberikan siswa untuk belajar. Dengan mengidentifikasi karakteristik penting dari praktek penilaian, standar berfungsi sebagai panduan untuk mengembangkan penilaian tugas, praktek, dan kebijakan. Standar ini dapat diterapkan sama untuk penilaian siswa, guru, dan program; untuk penilaian sumatif dan praktek penilaian formatif; dan untuk penilaian kelas serta skala besar serta  penilaian eksternal.(NSES, 1996)

Dalam visi dijelaskan oleh National Science Education Standards , penilaian adalah mekanisme umpan balik utama dalam sistem pendidikan sains. Sebagai contoh, data penilaian memberikan para siswa dengan umpan balik tentang seberapa baik mereka memenuhi harapan guru dan orang tua mereka, guru dengan umpan balik tentang seberapa baik siswa belajar, umpan balik tentang efektivitas guru dan program mereka, dan pembuat kebijakan dengan umpan balik tentang seberapa baik kebijakan bekerja. Umpan balik menyebabkan perubahan dalam sistem pendidikan sains dengan merangsang perubahan kebijakan, membimbing pengembangan profesi guru, dan mendorong siswa untuk meningkatkan pemahaman mereka.

Penilaian tugas Kinerja menggunakan rubrik penilaian untuk menunjukkan  kemampuan dalam mengerjakan tugas yang diamati dan diberi skor sesuai dengan indikator gradasi kualitas tampilan dari butir rubrik untuk keterampilan tersebut. asesmen atau penilaian yang mengharuskan siswa mempertunjukkan kinerja, bukan menjawab atau memilih jawaban yang tersedia. Semuanya itu diberikan dalam bentuk tugas atau task.  Dalam menilai pencapaian tugas yang diberikan kepada mahasiswa tersebut, perlu ditetapkan kriteria yang disepakati terlebih dahulu, yang disebut rubrik. Dengan demikian maka asesmen kinerja yang utama ialah tugas (tasks) dan rubrik (rubrics) sebagai kriteria penilaian.

  1. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian pendahuluan diuraikan rumusan masalah sebagai berikut:

  1. Bagaimana karakteristik dan kriteria dalam penilaian tugas otentik?
  2. Bagaimana langkah-langkah menyiapakan penilaian tugas otentik?
  3. Bagaimana Rubrik penilaian pada tugas otentik?
  1. Tujuan

Memahami penilaian kinerja pada tugas otentik dan mengetahui bagaimana dalam membuat rubrik penilaiannya.

PEMBAHASAN

  1. Tugas otentik

Kegiatan siswa yang terlibat dalam tugas-tugas dalam bentuk dimana mereka akan terlibat langsung dalam kehidupan di luar kelas atau suatu kegiatan seperti para ilmuan yang sesuai dengan data yang dikumpulkan. Tugas penilaian tersebut adalah otentik. (NSES, 1996). Tugas yang diberikan kepada siswa yang dirancang untuk menilai kemampuan mereka untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan standar-didorong untuk tantangan dalam dunia nyata.  Mueller (2006)  tugas meminta siswa untuk melakukan kinerja ketika:

  • Siswa diminta untuk membangun respon mereka sendiri daripada memilih dari apa yang disajikan.
  • Tugas diberikan sebagai tantangan yang dihadapi di dunia nyata.

Tugas yang bisa diberikan kepada siswa memiliki unsur 1) konteks ; pengantar tugas yang mendefinisikan pengaturan tugas atau yang memberikan komponen pemersatu tugas antara sebuah tema atau pertanyaan. 2) komponen tugas; semua kegiatan dan pertanyaan yang membentuk tugas penilaian, dibagi menjadi komponen yang spesifik. Komponen tugas mengandung informasi yang dibuat oleh guru sebelum diberikan kepada siswa  (NGSS, 2014)

  1. Karakteristik tugas

Penilaian otentik merupakan pelengkap dari penilaian tradisional. Cara lain bahwa penilaian otentik umumnya dibedakan dari penilaian tradisional adalah dalam hal atribut yang digunakan.

Traditional ——————————————- Authentic

Selecting a Response ——————————Performing a Task

Contrived ————————————————-Real-life

Recall/Recognition —————————-Construction/Application

Teacher-structured ——————————- Studenst structured

Indirect Evidence —————————————-DirectEvidence

  1. Memilih Respon – Melakukan Tugas: Pada penilaian tradisional, siswa biasanya diberikan beberapa pilihan (misalnya, a, b, c atau d; benar atau salah) dan diminta untuk memilih jawaban yang tepat. Sebaliknya, penilaian otentik meminta siswa untuk menunjukkan pemahaman dengan melakukan tugas yang lebih kompleks biasanya mewakili aplikasi yang lebih bermakna.
  2. Dibuat-buat-Kehidupan Nyata: Tugas dibuat untuk penilaian dalam waktu singkat. Sedangkan tugas penilaian otentik siswa diminta untuk menunjukkan kemahiran dengan melakukan sesuatu yang terjadi dalam kehidupan nyata.
  3. Mengingat/ Mengenal – Membangun Pengetahuan /Penerapan : Penilaian tradisional (yaitu, tes dan kuis) dapat secara efektif menentukan apakah siswa telah atau tidak dalam memperoleh pengetahuan. Penilaian otentik meminta siswa untuk menganalisis, mensintesis dan menerapkan apa yang telah mereka pelajari, menciptakan makna baru dalam proses.
  4. Berpusat pada guru- Berpusat pada siswa: Penilaian tradisional siswa hanya dapat menunjukkan yang telah dirancang khusus oleh orang atau guru  yang mengembangkan tes. Perhatian seorang siswa akan dimengerti difokuskan pada apa yang telah disediakan guru  dan terbatas pada apa yang ada di tes. Sebaliknya, penilaian otentik memungkinkan lebih banyak pilihan siswa dan mengkonstruksi dalam menentukan apa yang disajikan sebagai bukti kemampuan mereka. Bahkan ketika siswa tidak dapat memilih topik mereka sendiri atau format, biasanya ada beberapa rute yang dapat diterima ke arah pembangunan sebuah produk atau kinerja.
  5. Bukti tidak langsung -Bukti Langsung: Bukti tidak langsung dalam penilaian tradisional meminta siswa untuk menganalisis atau menerapkan fakta untuk situasi baru bukan berdasarkan bukti langsung. Situasi dunia nyata dalam penilaian otentik, di sisi lain, menawarkan lebih banyak aplikasi bukti langsung dan konstruksi pengetahuan siswa dapat secara efektif untuk mengkritik argumen orang lain. Meminta siswa untuk menulis kritik harus memberikan bukti lebih langsung dari keterampilan daripada meminta siswa memilih jawaban dari serangkaian pilihan ganda untuk pertanyaan analitis.

3. Tipe Tugas Otentik

Tugas penilaian kinerja dapat diwijudkan dalam berbagai bentuk:

  1. Computer adaptive testing (tidak berbentuk test objektif) yang menuntut peserta tes mengekspresikan untuk menunjukkan kemampunannya.
  2. Tes pilihan ganda diperluas, disediakan dengan memberi alasan jawaban yang dipilih
  3. Extended response atau Open ended question
  4. Group performance assesment (tugas kelompok) atau Individual performance assesment (tugas individu)
  5. Interview berupa pertanyaan lisan
  6. Observasi parsifatif
  7. Portofolio sebagai kumpulan hasil karya
  8. Proyek atau demosntrasi
  9. Constructed response siswa mengkonstruk sendiri jawaban.
  1. Langkah-langkah Penilaian Tugas otentik
  • Mengidentifikasi standar standar merupakan pernyataan yang harus diketahui dan dapat dilakukan oleh siswa
  • Memilih suatu tugas otentik dalam memilih tugas otentik terlebih dahulu mengkaji standar yang digunakan dan mengkaji kenyataan (dunia) yang sesungguhnya
  • Mengidentifikasi kriteria untuk tugas. Kriteria tidak lain adalah indikator-indikator dari kinerja yang baik pada sebuah tugas. Karakteristik kriteria yang baik adalah:
  1. Pernyataan jelas
  2. singkat;
  3. Dapat Teramati/tampak
  4. Menyatakan perilaku
  5. Ditulis dalam bahasa yang dimengerti oleh siswa

Selain itu, pastikan setiap kriteria berbeda. Meskipun kriteria untuk satu tugas akan dimengerti berhubungan satu sama lain, tidak boleh terlalu banyak tumpang tindih.  Jumlah kriteria untuk sebuah tugas adalah :

  1. Batasi jumlah kriteria, hanya pada unsur-unsur yang esensial dari suatu tugas ( 3-4. Dibawah 10)
  1. Tidak perlu mengukur setiap detil tugas
  2. Kriteria yang lebih sedikit untuk tugas-tugas yang sederhana

 Hubungan dari beberapa bentuk-bentuk tugas penilaian untuk tujuan pendidikan sains yang tidak jelas. Misalnya, kemampuan siswa untuk memperoleh dan mengevaluasi informasi ilmiah mungkin diukur dengan menggunakan tes jawaban singkat. Sebuah metode alternatif dan lebih otentik adalah meminta siswa untuk mencari informasi dan mengembangkan beberapa rujukan atau referensi dan penilaian tentang kualitas ilmiah informasi. Dalam penilaian tugas otentik harus memperhatikan hal sebagai berikut:

  1. Assesmen tugas  harus sesuai dengan tahapan perkembangan, harus diatur dalam konteks yang akrab dengan siswa, tidak harus memerlukan keterampilan membaca atau kosakata harus bebas dari bias bentuk pilihan penilaian harus konsisten dengan apa yang diinginkan untuk mengukur dan menyimpulkan. Praktek penilaian harus adil.
  2. Assesmen tugasharus ditinjau untuk penggunaan stereotip, untuk asumsi yang mencerminkan perspektif atau pengalaman dari kelompok tertentu
  3. Assesmen skala besar harus menggunakan teknik statistik untuk mengidentifikasi potensi bias di antara sub-sub kelompok.
  4. Assesmen tugas harus dimodifikasi untuk mengakomodasi kebutuhan siswa dengan cacat fisik, kesulitan belajar, atau terbatas kemampuan bahasa Inggris.
  5. Assesmen tugas harus diatur dalam berbagai konteks, akan menarik siswa dengan minat dan pengalaman yang berbeda, dan tidak harus mengasumsikan perspektif atau pengalaman dari jenis kelamin tertentu, ras, atau kelompok etnis.
  1. Kriteria Penilaian (Rubrik)

Definisi Rubrik

Brookhart (2013) Sebuah rubrik adalah seperangkat kriteria untuk karya siswa yang mencakup deskripsi dari tingkat kualitas kinerja pada kriteria. Mueller (2006) Skala skor digunakan untuk menilai kinerja siswa bersama satu set tugas-kriteria yang spesifik.

Suatu rubrik secara umum ialah patokan penskoran yang digunakan dalam asesmen subjektif. Suatu rubrik mengharuskan adanya suatu aturan tentang penetapan kriteria pada sistem asesmen yang harus diikuti pada evaluasi. Rubrik dapat berbentuk deskripsi eksplisit tentang karaktersitik performans tertentu pada suatu rentangan skala. Rubrik penskoran secara eksplisit menunjukkan  kualitas performans yang diharapkan menurut rentang skala, atau definisi tentang suatu titik skor tertentu pada skala.

Tujuan menggunakan rubrik

Seperti alat evaluasi lainnya, rubrik berguna untuk tujuan tertentu dan bukan untuk orang lain. Tujuan utama dari rubrik adalah untuk menilai kinerja. Untuk beberapa performance, mengamati siswa dalam proses melakukan sesuatu,

Tabel. 1 Tipe performance yang  dapat Dinilai dengan Rubrik

Type of Performance Examples
Processes

  • keterampilan fisik
  • Penggunaan peralatan
  • Komunikasi Lisan
  • Kebiasaan kerja
  • Memainkan alat musik
  • Melakukan roll ke depan
  • Mempersiapkan slide untuk mikroskop
  • Membuat pidato untuk kelas
  • Membaca dengan suara keras
  • Bebinang atau berbicara dalam bahasa asing
  • Bekerja secara independen
Products

  • Benda(Produk) Dibangun
  • esai tertulis, tesis, laporan, makalah
  • produk akademik lainnya yang menunjukkan pemahaman konsep
  • Rak buku kayu
  • Lapron Handmade
  • lukisan cat air
  • Laporan Laboratorium
  • Istilah kertas pada konvensi teater di hari Shakespeare
  • Analisis tertulis dari efek dari Marshall Plan
  •  Model atau diagram dari struktur (atom, bunga, sistem planet, dll)
  • Peta konsep

Terdapat 2 jenis rubrik :

  1. Rubrik Holistik, penskoran dilakukan terhadap proses keseluruhan atau kesatuan produk tanpa menilai bagian komponen secara terpisah.
  2. Rubrik Analitik, penskoran mula-mula dilakukan atas bagian-bagian individual produk atau penampilan secara terpisah, kemudian dijumlahkan skor individual itu untuk memperoleh skor total.

 Tabel. 2 Keuntungan dan Kerugian Berbagai Jenis Rubrik

Type of Rubric Definisi Keuntungan Kerugian
Holistic or Analytic: One or Several Judgments?
Analytic Setiap kriteria (dimensi, sifat) dievaluasi secara terpisah.
  • Memberikan informasi diagnostik untuk guru.
  • Memberikan umpan balik formatif untuk siswa.
  • Mudah untuk link ke instruksi dari rubrik holistik.
  • Baik untuk penilaian formatif; beradaptasi untuk penilaian sumatif; jika membutuhkan skor keseluruhan untuk grading, Anda dapat menggabungkan skor.
  • Lebih banyak waktu untuk membuat skor  dari rubrik holistik.
  • Membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai reliabilitas antar penilai daripada dengan rubrik holistik.
Holistic Semua kriteria (dimensi, sifat) dievaluasi secara bersamaan.
  • Scoring lebih cepat daripada dengan rubrik analitik.
  • Membutuhkan sedikit waktu untuk mencapai reliabilitas antar penilai.
  • Baik untuk penilaian sumatif
  • skor keseluruhan tunggal tidak mengkomunikasikan informasi tentang apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan.
  • Tidak baik untuk penilaian formatif
Description of Performance: General or Task-Specific?
General ·         Deskripsi pekerjaan memberikan karakteristik yang berlaku untuk seluruh tugas (misalnya, menulis, pemecahan masalah).
  • Dapat berbagi dengan siswa, secara eksplisit menghubungkan penilaian dan instruksi.
  • Menggunakan kembali rubrik yang sama dengan beberapa tugas atau tugas.
  • Mendukung belajar dengan membantu siswa melihat “baik pekerjaan” sebagai lebih besar dari satu tugas.
  • Mendukung evaluasi diri siswa.
  • Siswa dapat membantu membangun rubrik umum.
  • Reliabilitas rendah dari pada dengan rubrik tugas spesifik.
  • Membutuhkan latihan untuk menerapkan dengan baik.
Task-Specific ·         Deskripsi pekerjaan mengacu pada konten spesifik tugas tertentu (misalnya, memberikan jawaban, menentukan kesimpulan).
  • Guru dapat menggunakan skor untuk mempermudah
  • Membutuhkan sedikit waktu untuk mencapai reliabilitas antar penilai.
·         Tidak dapat berbagi dengan siswa (akan memberikan jawaban).

  • Perlu untuk menulis rubrik baru untuk setiap tugas.
  • Untuk tugas-tugas terbuka, jawaban yang baik tidak tercantum dalam rubrik dapat menjadikan evaluasi buruk.
Source: From Assessment and Grading in Classrooms (p. 201), by Susan M. Brookhart and Anthony J. Nitko, 2008, Upper Saddle River, NJ: Pearson Education. Copyright 2008 by Pearson Education. Reprinted with permission.


Keuntungan Menggunakan Rubrik

  1. Bagi guru : Memungkinkan evaluasi dan penilaian lebih objektif dan konsisten membantu memfokuskan untuk memperjelas / nya kriteria nya dalam hal tertentu, memberikan umpan balik yang berguna mengenai efektivitas, memberikan benchmark untuk mengukur dan mendokumentasikan kemajuan
  2. Bagi siswa : Membantu siswa mendefinisikan “kualitas”, meningkatkan kesadaran siswa tentang kriteria yang digunakan dalam menilai kinerja rekan, Membantu siswa menilai  dan merevisi karya mereka sendiri sebelum menyerahkan tugas-tugas mereka. Jelas menunjukkan bagaimana pekerjaan siswa akan dievaluasi dan apa yang diharapkan

Langkah dalam membuat rubrik: 

  1. Mengidentifikasi apa yang kita ingin siswa tahu dan dapat melakukan – standar kita
  2. Bertanya bagaimana siswa bisa menunjukkan bahwa mereka telah memenuhi standar kita. Akibatnya, kita mengembangkan tugas-tugas otentik agar mereka bisa tampil.
  3. Mengidentifikasi karakteristik kinerja yang baik pada tugas otentik – kriteria
  4. Menyelesaikan pembuatan penilaian otentik dengan membangun sebuah rubrik untuk mengukur kinerja siswa pada tugas.
  5. Setelah mengidentifikasi kriteria sebagai indikator kinerja yang baik, selanjutnya memutuskan apakah akan mempertimbangkan kriteria analitis atau holistik.

Contoh Rubrik Analitik dan Holistik

  1. Rubrik Analitik tentang Penelitian
Levels of Performance
Criteria Weight 1 2 3
Number of Sources x1 1-4 5-9 10-12
Historical Accuracy x3 Lots of historical inaccuracies Few inaccuracies No apparent inaccuracies
Organization x1 Can not tell from which source information came Can tell with difficulty where information came from Can easily tell which sources info was drawn from
Bibliography x1 Bibliography contains very little information Bibliography contains most relevant information All relevant information is included
  1. Rubrik Holistik tentang Penelitian:

Rubric

3 – Excellent Researcher

  • included 10-12 sources
  • no apparent historical inaccuracies
  • can easily tell which sources information was drawn from
  • all relevant information is included

2 – Good Researcher

  • included 5-9 sources
  • few historical inaccuracies
  • can tell with difficulty where information came from
  • bibliography contains most relevant information

1 – Poor Researcher

  • included 1-4 sources
  • lots of historical inaccuracies
  • cannot tell from which source information came
  • bibliography contains very little information

PENUTUP

Tugas otentik digunakan untuk mengukur kemampuan siswa untuk menerapkan pengetahuan atau keterampilan yang digunakan sebagai wahana belajar siswa. Misalnya, ketika disajikan dengan masalah dunia nyata untuk memecahkan masalah, siswa belajar dalam proses pengembangan solusi, guru memfasilitasi proses, dan siswa mencari solusi untuk masalahnya yang menjadi penilaian seberapa baik siswa dapat menerapkan konsep. Performance task serangkaian petunjuk, siswa membangun kinerja, membangun substansial, produk nyata yang mengungkapkan pemahaman mereka tentang konsep-konsep tertentu dan keterampilan dan / atau kemampuan mereka untuk menerapkan, menganalisis, mensintesis atau mengevaluasi konsep-konsep dan keterampilan. Masing-masing tugas tersebut ditetapkan dengan menggunakan kriteria penilaian yaitu rubrik. Rubrik penilaian kinerja terdiri dari dua jenis yaitu rubrik holistik dan analitik. Rubrik analitik yaitu setiap kriteria (dimensi, sifat) dievaluasi secara terpisah sedangkan  rubrik holistik semua kriteria (dimensi, sifat) dievaluasi secara bersamaan.

DAFTAR PUSTAKA

Brookhart. Susan M.(2013). “How to Create and Use Rubrics for Formative Assessment and Grading” ASCD;Learn, Teach, Lead. Tersedia:  http://www.ascd.org/publications/books

Mueller, Jon. (2006). “ Authentic Assesment”. North Central College. Tersedia: http://jfmueller.faculty.noctrl.edu/toolbox/index.htm

National Research Council. (1996). “Assessment in Science Education.” In National Science Education Standards .Washington, DC: The National Academies Press. https://www.nap.edu/read/4962/chapter/7

Next Generation Science Standard. (2014). “NGSS/CCSS-M Sample Classroom Assessments Tasks” . Tersedia: http://www.nextgenscience.org/sites

Nuryani Y, Rustaman. Tanpa Tahun. Penilaian Otentik(Authentic Assesment) dan Penererapannya dalam Pendidikan Sains. FMIPA dan SPS Universitas Pendidikan Indonesia. Tersedia: File.upi.edu/Direktori/SPS/PRODI.PENDIDIKAN_IPA/


Oleh: Arini Rosa Sinensis  (1603221)

  

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN IPA (S-3)

SEKOLAH PASCASARJANA

 UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

2016

Facebook Comments

Written by Thoha Firdaus (admin)

Terimakasih atas kunjungan Anda.. Kami hanyalah manusia biasa, tidak pernah luput dari kesalahan. Artikel ini sengaja kami muat untuk berbagi ilmu kepada semua pengunjung. Sebagian artikel yang kami muat, kami ambil dari berbagai sumber terpecaya yang telah kami cantumkan. Jika ada beberapa kesalahan dalam pembuatan artikel ini kami mohon maaf. Berilah komentar yang baik agar kami dapat memperbaikinya. Jika menurut Anda artikel-artikel yang kami muat ini bermanfaat bagi Anda, mohon sekiranya untuk membagikannya dengan catatan tidak meninggalkan sumber aslinya. Hormat kami: sanguilmu.com

Tinggalkan Balasan