“KABUT ASAP ADALAH UJIAN ATAU AZAB UNTUK KU”

By on 27 Oktober 2015
Aqgtrxmc0nINqHwFYxKDBMmegh7FqlGc2K48b6FdiErq

PENGANTAR

Kondisi geografis di Indonesia, khususnya di Sumatera Selatan terletak antara 1º sampai 4ºLS dan 102º sampai 106º BT dengan daerah secara keseluruhan mencapai87.017.41 km². Vegetasinya berupa tumbuhan palmase dan kayu rawa(bakau). Sedikit makin ke barat merupakan dataran rendah yang luas, kemudian lebih masuk ke dalam wilayahnya semakin bergunung-gunung. Melihat letak geografis dan luasnya wilayah tersebut cukup rentang mengalami kebakaran hutan pada setiap musim kemarau seperti saat ini.

Sumatera Selatan tidak hanya terkenal sebagai lumbung padi saja, karena kabut asap yang tebal kini Sumatera Selatan dijuluki sebagai lumbung Asap. Predikat ini seakan-akan selaras dengan total titik api (hotspot) pada Oktober ini menembus angka 3.772 titik, berdasarkan pemantauan satelit Tera Aqua Modis. Meski tergolong banyak, Menurut Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin jumlah titik api di Oktober sudah jauh berkurang dibandingkan pada September lalu yang mencapai 11.285 titik api.

Sementara luas areal yang terbakar, berdasarkan Citra Satelit Lansat 8 dan 7 pada periode Juni hingga September 2015, seluas 128.314 hektare. Jumlah itu tersebar di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) 88.267 hektare, Kabupaten Musi Banyuasin (MUBA) 34.187 hektare, dan Kabupaten Ogan Ilir (OI) 5.860 hektare. Kebakaran hutan sepertinya sudah menjadi agenda tahunan bencana yang melanda Indonesia. Banyak yang beranggapan bahwa kebakaran hutan disebabkan kemarau yang panjang. Padahal usaha manusia untuk membuka lahan pertanian baru yang menjadi penyebab utamanya. Usaha itu menimbulkan kabut asap yang sangat merugikan bagi seluruh mahluk hidup khususnya manusia.

Akibat kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), terdata sebanyak 4.113 warga OKI menderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Hal ini berdasarkan data yang ada di Dinas Kesehatan Kabupaten OKI selama bulan September 2015.Dan Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Ogan Ilirmencatat 600 warga terjangkit Inspeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Kabut asap adalah akibat dari ulah perbuatan manusia yang tidak bertanggung jawab. Sesungguhnya Manusia diciptakan Allah swt. untuk menjadi penghuni bumi dan sekaligus untuk menjadi pengaturnya. Bahkan dengan tegas Allah menciptakan bumi sengaja untuk tempat hidup manusia dan mahluk hidup lainnya, seperti ditegaskan Allah dalam surah Ar-Rahman ayat 10.

فِيْهَا فَاكِهَةٌ وَالنّخْلُ ذَاتُ الاَكْماَمِ (الرحمن : .١)

Artinya: “ Dan bumi dihamparkan-Nya untuk mahluk-Nya”. (QS. Ar-Rahman/55: 10).

Allah swt. berfirman:

ظَهَرَ اافَسَادُ فِى البَرِّ وَاابَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُدِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِىْ عَمِلُوْا لَعَلهُم يَرْجِعُوْنَ.( الروم : ٤١)

“Telah tampak kerusakan didarat dan dilaut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).)QS. Ar-Rum/30: 41)

Kerusakan di bumi ini menimbulkan sebuah pertanyaan “Apakah Kabut Asap suatu Ujian atau Azab? “.

PEMBAHASAN

Kabut adalah uap air yang berada dekat permukaan tanah kemudian berkondensasi( perubahan wujud benda ke wujud yang lebih padat seperti gas atau uap menjadi cairan mirip awan. Peristiwa ini terbentuk karena hawa dingin disekitar tempat itu dan kadar kelembaban yang tinggi, yaitu mendekati 100%. Kriteria yang digunakan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika adalah jika terlihat adanya partikel-partikel mikroskopis diudara permukaan dengan jarak pandang (Visibility) mendatar kurang dari 1 km dan nilai kelembaban relatif (RH) 98-100%.

Untuk mencapai kejenuhan udara dapat melalui beberapa proses, yaitu:

  1. Peristiwa pendinginan suhu udara yang memungkinkan untuk meningkatkan kejenuhan udara diantaranyadisebabkan karena adanya radiasi dibumi mengalami pendinginan yang berlansung sepanjang malam sehingga lapisan udara dekat permukaan tanah akan menjadi lebih dingin dari lapisan udara diatasnya dan dalam keadaan angin yang lemah, pendinginan banyak terjadi pada lapisan udara yang tipis, maka karena lapisan diatasnya lebih panas mengakibatkan timbulnya suatu inversi permukaan yang juga tipis.
  2. Adveksi udara secara horizontal terjadi bila udara lembab bergerak diatas permukaan laut atau tanah yang lebih dingin dari suhu udara yang bergerak maka kejenuhan udara akan naik.
  3. Gerakan vertikal udara akibat adanya radiasi matahari yang sangat kuat pada permukaan bumi akan mempengaruhi udara diatasnya untuk terjadi proses konveksi. Dengan adanya kenaikan udaraakan terjadi pendinginan udara secara adiabatis, sehingga menaikkan kejenuhn udara di atmosfer.
  4. Penambahan uap air, Penguapan terjadi dari permukaan yang panas atau dari permukaan yang dingin. Jika air suhu cairan (Liquid Water) lebih tinggi dari suhu udara, maka penguapan akan berlangsung terus hingga mencapai keseimbangan sehingga tekanan uap jenuh pada suhu titik embun (ed) sama dengan tekanan uap jenuh pada suhu udara (ea) kemudian uap air berkurang karena berkondensasi pada inti kondensasi dan kabut terbentuk bila es>ea sedangakn penguapan berhenti pada saat ed = es < ea. Pada kondensasi ini atmosfer akan ditambah oleh penguapan butir-butir hujan panas yang jatuh melalui udara yang dingin sehingga menghasilkan kabut.

Maka dari itu, saat siang hari suhu terasa panas, lalu malam hari terjadi penurunan suhu udara yang drastis, kemungkinan besar besoknya akan berkabut. Hal ini disebabkan karena uap air yang ada diudara terkondensasi. Akibatnya massa air menjadi lebih berat dan mengambung diatas permukaan tanah. Kabut pun turun.

Asap adalah campuran partikel-partikel dan gas-gas terpanaskan. Menghirup asap dapat merusak tubuh dengan cara asfiksia (sesak) yang sederhana, yaitu tubuh menjadi kekurangan oksigen untuk bernapas. Selain itu juga bisa menyebabkan iritasi secara kimiawi, sesak napas secara kimiawi, atau kombinasi dari beberapa atau semua kondisi tersebut. Sesak napas sederhana (en: simple asphyxiants) terjadi ketika pembakaran menggunakan oksigen disekitar dan menghabiskannya, sehingga menyebabkan kematian jika orang yang terjebak tidak lagi mendapatkan oksigen untuk bernapas. Asap sendiri dapat mengandung produk-roduk yang tidak secara berbahaya bagi seseorang namun mereka mengambil “ruang”yang diperlukan oleh oksigen. Karbon dioksida bertindak demikian.

Bahan-bahan iritan juga bisa dihasilkan dari pembakaran, biasanya bahan ini akan segera mengiritasi begitu terkena pada kulit ataupun membran mukosa (seperti didalam mulut). Substansi-substansi ini merusak sel-sel pelapis traktus repiratorius(saluran napas), hal ini potensial menyebabkan pembengkakan , kolaps saluran dan distress respirasi(gagal napas).Contoh iritan-iritan kimiawi yang bisa ditemukan dalam asap seperti sulfur dioksida, amonia, hidrogen klorida, dan klorin. Beberapa senyawa yang dihasilkan saat kebakaran dapat mengganggu penggunaan oksigen tubuh pada tingkat seluler. Karbon monoksida, hidrogen sianida dan hidrogen sulfida adalah contoh-contoh kimiawi yang dapat dihasilkan pada sutu kebakaran yang mampu mengganggu penggunaan oksigen pada sel selama proses penghasilan energi.

Keracunan karbon monoksida adalah salah satu penyebab kematian karena asap yang dihirup.Ketika orang menghirup asap dalam jumlah dan kandungan yang lebih banyak daripadatubuhnya dapat tanggulangi, bisa dikatakan itu seperti keracunan asap. Saat hal initerjadi ada beberapa tanda dan gejala yang mungkin muncul dan dapat kita kenali.Gejala-gejala dapat termasuk batuk, napas memendek, serak, nyeri kepala danperubahan status mental secara akut.

 Tanda-tanda seperti jelaga di saluran napas atauperubahan warna kulit dapat membantu dalam menentukan derajat keparahan.Batuk terjadi ketika membran mukosa pada saluran napas teriritasi, merekamenghasilkan lebih banyak mukosa. Spasme bronkus dan produksi mukosa yangmeningkat mengarahkan pada terjadinya batuk secara refleks. Mukosa bisa jadi jernihatau kehitaman tergantung pada derajat partikel-partikel hasil pembakaran yangterkumpul di paru atau trakea.

Napas menjadi pendek bisa jadi disebabkan perlukaan langsung pada saluran napas,menyebabkan penurunan oksigen yang dihantarkan ke darah, menurunnya kemampuandarah mengangkut oksigen karena zat-zat kimia di dalam asap, atau ketidakmampuansel-sel tubuh menggunakan oksigen. Pasien bisa jadi bernapas cepat sebagai usahamereka mengompensasi kondisi ini.Suara serak (kelainan pada suara napas) dapat merupakan tanda cairan terkumpul pada

saluran napas atas dan menyebabkan penyumbatan.

Zat-zat kimia yang iritatif dapat menyebabkan spasme pita suara, pembengkakan dan konstriksi (penyempitan) salurannapas atas. Mata bisa menjadi kemerahan karena iritasi asap, dan bisa terdapat tanda terbakar pada kornea dan bulu mata. Warna kulit dapat bervariasi dari pucat ke cerah. Jelaga pada lubang hidung dan tenggorokkan bisa menjadi petunjuk derajat asap yang telah dihirup. Lubang hidung dan jalur napas di hidung dapat saja membengkak. Pada semua jenis kebakaran, orang-orang terpapar karbon monoksida dalam jumlah yang beragam.

Pasien bisa jadi tidak mengalami masalah pernapasan, namun masih mungkin menghirup sejumlah karbon monoksida. Akibatnya bisa muncul gejala-gejala seperti sakit kepala, mual dan muntah.Perubahan status mental dapat terjadi karena asfiksia kimiawi dan rendahnya kadaroksigen. Bingung, jatuh pingsan, kejang hingga koma adalah komplikasi-komplikasi potensial ketika orang menghirup asap kebakaran.

Di dalam Kamus Kehutanan yang diterbitkan olehKementrian Kehutanan RI, disebutkan bahwa kebakaran hutan disebabkan oleh alam dan manusia.Menurut data statistik, kebakaran hutan di Indonesiasebanyak 90 % disebabkan oleh manusia dan selebihnya adalah kehendak alam. Faktor alam mencakup musim kemarau yang berkepanjangan juga sambaran petir. Sementara faktor manusia antara lain kelalaian membuang punting rokok, membakar hutan dalam rangka pembukaan lahan dan api unggun yang lupa dimatikan.

 Akibat kebakaran hutan yang menyebabkan kabut asap memberikan dampak bagi kehidupan mahluk hidup khususnya manusia, yaitu dalam dunia pendidikan. Pelajar seluruh tingktan di kota palembang diliburkan karena pencemaran udara akibat asap kebakaran hutan dan lahan pada september ini yang semakin parah dan masuk kategori berbahaya. Menteri pendidikan dan kebudayaan Anies Baswedan mengatakan para siswa yang terkena dampak kabut asap harus memprioritaskan keselamatan dan kesehatannya ketimbang memilih pergi ke sekolah. Penanganan penundaan proses belajar-mengajar bisa dilakukan dengan tiga kategori. Pertama, siswa yang mengalami proses kehilangan jam belajar di bawah limahari. Kedua, siswa yang mengalami proses kehilangan jam belajar antara 15-28 hari.Yang terakhir siswa yang mengalami proses kehilangan jam belajar di atas satu bulan.

Menurut salah satu seorang guru SD Persit Kartika II Sekip Ujung Palembang, Novi menjelaskan pihak Dinas Pendidikan setempat menginstruksikan kepada seluruh Kepala Sekolah untuk meliburkan pelajarnya terhitung dari hari kamis tanggal 10 September 2015 hingga sabtu panggal 20 September 2015. Berdasarkan instruksi itu, pelajar yang datang ke sekolah seperti biasanya hari inilangsung diminta untuk pulang ke rumah masing-masing dan tidak banyak bermain diluar rumah serta menggunakan masker untuk mencegah terganggunya kesehatan.Menurut David Darussalam, salah seorang mahasiswa UIN Radin Fatah mengatakan “Meskipun terjadi kabut asap, aktivitas perkuliahan masih tetap seperti biasanya, kami sangat merasa terganggu karena adanya kabut asap kami tidak bisa konsentrasi ketika belajar”.

Selain itu, kabut asap menyebabkan gangguan kesehatan seperti reaksialergi, peradangan, hingga infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Yang paling beratadalah terjadi pneumonia.Penderita penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Provinsi Sumatera Selatan akibat asap kebakaran hutan dan lahan pada musimkemarau 2015 ini terus meningkat. Seorang bayi bernama M. Husien Saputra, warga KotaPalembang meninggal dunia diduga terkena Infeksi Saluran Pernapasan Atas.Bayi berumur 28 hari itu meninggal setelah dirawat di Rumah Sakit MuhammadiyahPalembang.

Berdasarkan data dalam tiga bulan terakhir jumlah penderita infeksi saluran pernapasanakut (ISPA) di provinsi ini mencapai 32.860 orang. Kepala Dinas KesehatanSumsel Lesty Nurainy mengatakan pada Oktober 2015 ini saja telah terjadi penambahan penderita ISPAyang cukup banyak yakni mencapai 6.398 orang.

Kebakaran Hutan merupakan salah satu kerusakan bumi akibat perbuatan tangan-tangan manusia yang tidak bertanggung jawab dan serakah. Allah berfirman dalam surah Ar-Rum ayat 41 yang artinya: “Telah tampak kerusakan didarat dan dilaut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar) “. )QS. Ar-Rum/30: 41)

Allah memperingatkan bahwa kerusakan yang terjadi didunia ini, baik didarat, dilaut maupun diudaraadalah akibat ulah perbuatan manusia itu sendiri. Kerusakan didarat seperti rusaknya hutan, hilangnya mata air, tertimbunnya danau-danau penyimpanan air, lenyapnya daerah-daerah peresapan air hujan. Kerusakan di laut seperti pendangkalan pantai, menghilangkan tempat-tempat sarang ikan, pencemaran air laut karena tumpahan minyak, pembuangan limbah industri atau nuklir. Sedangkan kerusakan udara seperti pencemaran udara akibat cerobong-cerobong pabrik yang tersebar diseluruh dunia sehingga lapisan ozon menjadi tipis.

Allah memperingatkan itu, karena dampak negatifnya akan dirasakan manusia sendiri. Dan untuk membuktikan bahwa kerusakan-kerusakan itu adalah akibat ulah perbuatan manusia yang tidak bertanggung jawab serta mengingkari nikmat Allah.Ketika musibah atau bencana datang dan menimbulkan korban dan kerugian yang besar seperti kabut asap akibat kebakaran hutan menimbulkan pertanyaanapakah kabut asap suatu ujian atau azab?

Sesungguhnya kita telah punya jawabannya dari ayat-ayat Alquran.Ketika Allahmenghadirkan kabut asap di Indonesia khususnya di Sumatera Selatan, di satu sisi hal tersebut adalah azab yang Allah timpakankepada mereka yang tidak mengerti dan mengamalkan ajaran agama serta membuat kerusakan dibumi.  Namun, di sisi lain itumerupakan ujian bagi kaum yang beriman, supaya mereka lebih dapat meningkatkankeimanannya kepada Allah swt.

Ujian merupakan salah satu cara untuk mengukur kemampuan seseorang terhadap sesuatu. Ujian dari Allah swt. kepada orang yang beriman merupakan alat untuk mengukur kadar keimanannya. Ujian-ujian itu diberikan Allah kepada orang-orang yang beriman agar mereka kuat mentalnya, kokoh keyakinannya serta tabah dan tahan uji. Orang yang mampu menerima ujian-ujian disebut sebagai orang-orang yang sabar yang akan mendapatkan kegembiraan kelak diakhirat. (Matsana, Moh : 83) .

Sedangkan Azab menurut bahasa Arab ‘aqoba-yu’kibu yang artinya balasan, siksa, teguran bagiumat yang melanggar larangan agama.Menurut Prof. Quraish Shihab : Azab adalah suatu kemurkaan Allah akibatpelanggaran yang dilakukan manusia yaitu pelanggaran sunnatullah di alam semesta danpelanggaran syariat Allah yang diturunkan kepada para Nabi dan Rasul-Nya, termasukNabi Muhammad SAW.Dari definisi diatas menyimpulkan bahwa azab adalah suatu peringatan akankemurkaan Allah pada makhluknya (manusia) yang telah melanggar perintah Allahyaitu perbuatan yang dilarang baik berupa ibadah, amal, iman dan kerusakan dibumi dibalasnyadengan teguran berupa bencana atau musibah seperti kabut asap.

PENUTUP

Semua permasalahan yang ada di dunia ini sudah ada jawabannya di dalam  Al-Qur’an termasuk keadaan yang saat ini kita alami, yaitu kabut asap. Apakah kabut asap suatu ujian atau azab? Kabut asap sebagai ujian dari Allah swt. bagi orang-orang yang beriman agar selalu kuat dan kokoh keimananya. Sedangkan kabut asap sebagai azab dari Allah swt, bagi orang-orang yang mengingkari nikmat Allah serta membuat kerusakan di bumi. Sebagai umat muslim kita harus senantiasa bertaubat dan berubah menjadi insan yang lebih baik, Sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha pemaaf.

Semoga essay ini dapat bermanfaat bagi penulis dan pembaca serta kita semua dapat menjaga alam semesta ini dengan bijaksana agar Allah tidak murka.


DAFTAR PUSTAKA

Prasetyo, Zulfian. 2015.5 Dampak Kabut Asap.Http://www.google.co.id/search?q=dampak+kabut+asap+palembang+2015+bagi+kesehatan&client=ms-opera-mobile&site=webhp&ei=kgKlVvq_Fc-uAsTzYPgAg&start=10&sa=Na. Tanggal diakses 19 Oktober 2015.

Lisdiyanti, Aprilia. 2015.Musibah atau Cobaan. Http://ipemanasanglobal.blogspot.com/2015/01/penyebab-kebakaran-hutan-serta.html?m=1. Tanggal diakses 18 Oktober 2015.

Matsana, Moh.2009. Pendidikan Agama Is;am Al-Qur’an Hadits. Semarang: PT. Karya Toha Putra.

Penulis:
upload foto evaNama Lengkap                       : Eva Nur Fatimah
NIS/NIM                                 : 1484203006
Status                                       : Mahasiswa
Asal sekolah/ Universitas    :STKIP Nurul Huda Sukaraja
No. Telepon/HP                     : –
Alamat                                      : Sinar Palembang

Facebook Comments

Thoha Firdaus (admin)

About Thoha Firdaus (admin)

Terimakasih atas kunjungan Anda.. Kami hanyalah manusia biasa, tidak pernah luput dari kesalahan. Artikel ini sengaja kami muat untuk berbagi ilmu kepada semua pengunjung. Sebagian artikel yang kami muat, kami ambil dari berbagai sumber terpecaya yang telah kami cantumkan. Jika ada beberapa kesalahan dalam pembuatan artikel ini kami mohon maaf. Berilah komentar yang baik agar kami dapat memperbaikinya. Jika menurut Anda artikel-artikel yang kami muat ini bermanfaat bagi Anda, mohon sekiranya untuk membagikannya dengan catatan tidak meninggalkan sumber aslinya. Hormat kami: sanguilmu.com

Tinggalkan Balasan

Ikuti Kami di Facebook

DART Creations
%d blogger menyukai ini: