“Nuklir ternyata mempunyai manfaat yang bermasyarakat”, begitulah ungkapan dari Dr. Moh. Toifur M.Si dalam sebuah komentarnya pada penjelasan melalu presentasi yang diisi oleh salah satu staff BATAN,  acara tersebut merupakan kunjungan ilmiah yang diselelenggarakan oleh Program Pascasarjana Pendidikan Fisika UAD (13/6/14) di Badan Teknologi Nuklir Nasional (BATAN). Dalam beberapa isi presentasi yang dijelaskan, memaparkan bahwa sejak tahun 1980 Patir BATAN telah melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan teknik nuklir, diantaranya untuk pemuliaan tanaman pangan semisal padi, kedelai, kacang hijau, atau gandum; kemudian tanaman hortikultura, seperti bawang, pisang, krisan, dan anggrek; serta tanaman industri, seperti kapas, jarak pagar, dan sorgum manis. Hasilnya 10 persen varietas tanaman unggul nasional dapat terpenuhi. Teknik yang digunakan adalah mutasi radiasi sehingga diperoleh varietas baru yang unggul, sebagai contoh untuk padi 1 tahun bisa panen 3 – 4 kali.

Informasi seperti tersebut masyarakat (termasuk guru) belum sepenuhnya memahami sehingga tidak dapat merespon terhadap berita yang sampai kepada masyarakat. Nuklir sudah merupakan isu dunia baik dari mudhorotnya maupun manfaatnya. Masyarakat terkesan pobhia dengan nuklir sehingga apa saja yang mengandung kata nuklir ditolak. Memang tidak dipungkiri, kita masih ingat terjadinya bencana Chernobyl tanggal 26 April 1986 dimana reaktor nomor 4 di daerah tersebut milik Unisoviet meledak sehingga terjadi kebakaran dan radioaktif menyebar. Ribuan penduduk harus diungsikan. Demikian pula betapa tahun lalu Amerika Serikat dan negara-negara Barat lain mencurigai Iran mengembangkan senjata nuklir di balik kedok program tenaga nuklirnya untuk kepentingan damai, dan mengupayakan sanksi-sanksi baru setelah Iran melakukan pengayaan 20 persen atas uraniumnya. Sementara itu di Indonesia sendiri tanggal 3 desember 2009, Menteri Negara Riset dan Teknologi waktu itu (Suharna Surapranata) menegaskan, bahwa kebijakan tentang rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) tidak akan dihentikan dan tetap dilanjutkan. Indonesia merencanakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Muria I yang berlokasi 7 Km dari blok Tanjung Jati B di Jateng pada tahun 2010, dimana tendernya dilakukan pada 2008. Diharapkan pada 2015-2016 PLTN Muria ini sudah bisa beroperasi dengan kapasitas 1.000 Mwat Elektic dengan investasi US$ 1.500-1.800 per KWh.

Batan sebagai institusi yang didirikan untuk melakukan penelitian tentang nuklir, memanfaatkannya akan sangat baik jika memberikan informasi mengenai nuklir tersebut kepada mahasiswa (mayoritas guru) sehingga  nantinya dapat menjelaskan mengenai nuklir kepada siswa secara proporsional. Karena dalam kurikulum SMA kelas XII terdapat materi radioaktivitas dengan standar kompetensi kemampuan siswa untuk menunjukkan penerapan konsep fisika inti dan radioaktivitas dalam kehidupan sehari-hari dan teknologi.

Facebook Comments

Written by Thoha Firdaus (admin)

Terimakasih atas kunjungan Anda.. Kami hanyalah manusia biasa, tidak pernah luput dari kesalahan. Artikel ini sengaja kami muat untuk berbagi ilmu kepada semua pengunjung. Sebagian artikel yang kami muat, kami ambil dari berbagai sumber terpecaya yang telah kami cantumkan. Jika ada beberapa kesalahan dalam pembuatan artikel ini kami mohon maaf. Berilah komentar yang baik agar kami dapat memperbaikinya. Jika menurut Anda artikel-artikel yang kami muat ini bermanfaat bagi Anda, mohon sekiranya untuk membagikannya dengan catatan tidak meninggalkan sumber aslinya. Hormat kami: sanguilmu.com

Tinggalkan Balasan