Memilih tema OJS gratis adalah salah satu cara paling praktis untuk membuat tampilan jurnal terlihat lebih rapi tanpa harus langsung mengeluarkan biaya besar. Untuk pengelola jurnal, tampilan memang bukan satu-satunya faktor penting. Kualitas artikel, kelengkapan metadata, alur editorial, DOI, dan indeksasi tetap menjadi prioritas utama. Namun, tampilan yang bersih dan mudah dibaca akan sangat membantu pembaca, penulis, reviewer, maupun asesor ketika membuka website jurnal.
Masalahnya, tidak semua jurnal memiliki anggaran untuk membeli tema premium sejak awal. Kabar baiknya, OJS masih menyediakan beberapa pilihan tema gratis yang cukup layak digunakan. Bahkan, ada juga tema gratis dari pengembang pihak ketiga yang bisa menjadi alternatif menarik, salah satunya adalah Sanguline Theme dari SanguShop.
Apa yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memilih Tema OJS?
Sebelum memilih tema, sebaiknya pengelola jurnal tidak hanya melihat tampilan depan saja. Tema yang bagus harus tetap nyaman dipakai untuk membaca artikel, tidak mengganggu navigasi, dan kompatibel dengan versi OJS yang digunakan. Minimal, perhatikan beberapa hal berikut.
- Kompatibilitas versi OJS. Pastikan tema cocok dengan OJS yang digunakan, misalnya OJS 3.3.x atau OJS 3.4.x.
- Kemudahan membaca artikel. Halaman artikel harus nyaman dibaca, terutama bagian abstrak, metadata, DOI, dan tombol unduhan.
- Responsif di perangkat mobile. Banyak pembaca membuka jurnal melalui ponsel, jadi tampilan mobile perlu diperhatikan.
- Tidak terlalu berat. Tema yang terlalu banyak animasi atau elemen visual bisa memperlambat website.
- Mudah dikustomisasi. Pengelola jurnal biasanya perlu menyesuaikan logo, warna, menu, sidebar, dan informasi jurnal.
Jika masih dalam tahap awal membangun jurnal, gunakan tema yang stabil terlebih dahulu. Setelah alur editorial dan konten jurnal berjalan baik, tampilan bisa ditingkatkan secara bertahap.
1. Default Theme OJS
Pilihan paling aman tentu saja menggunakan tema bawaan OJS. Default Theme biasanya sudah tersedia setelah instalasi OJS dan dirancang agar kompatibel dengan fitur utama OJS. Tema ini cocok untuk jurnal yang ingin tampil sederhana, stabil, dan tidak membutuhkan banyak modifikasi.
Kelebihannya, pengelola tidak perlu repot memasang plugin tambahan. Tampilan memang relatif standar, tetapi cukup aman untuk jurnal baru, jurnal kampus, atau jurnal yang lebih mengutamakan fungsi daripada desain. Jika pengelola jurnal belum memiliki pengalaman teknis, Default Theme bisa menjadi pilihan awal sebelum mencoba tema lain.
2. Bootstrap 3 Theme
Bootstrap 3 Theme adalah salah satu tema gratis OJS yang cukup populer. Tema ini menggunakan pendekatan Bootstrap sehingga tampilannya terasa lebih modern dibanding tema bawaan. Biasanya tema ini menjadi pilihan pengelola jurnal yang ingin tampilan lebih rapi, tetapi tetap sederhana.
Tema ini cocok untuk jurnal yang ingin menampilkan halaman depan dengan struktur yang lebih fleksibel. Pengelola juga dapat menyesuaikan warna dan beberapa bagian tampilan agar sesuai dengan identitas jurnal. Namun, seperti tema lain, tetap cek kompatibilitasnya dengan versi OJS yang digunakan sebelum memasang di website produksi.
3. Classic Theme
Classic Theme cocok untuk jurnal yang menginginkan tampilan lebih formal dan sederhana. Nuansanya tidak terlalu ramai, sehingga sesuai untuk jurnal akademik yang ingin menjaga kesan resmi.
Keunggulan tema seperti ini adalah pembaca bisa fokus pada informasi jurnal, daftar artikel, dan halaman artikel. Classic Theme dapat menjadi pilihan jika jurnal tidak membutuhkan desain yang terlalu dekoratif, tetapi tetap ingin tampilan yang lebih tertata dibanding tampilan standar.
4. Health Sciences Theme
Health Sciences Theme awalnya sangat cocok untuk jurnal bidang kesehatan, kedokteran, biologi, atau ilmu terapan. Namun, beberapa jurnal di bidang lain juga bisa mempertimbangkannya jika cocok dengan gaya visual dan kebutuhan informasi yang ingin ditampilkan.
Tema ini dapat membantu jurnal terlihat lebih spesifik dan profesional, terutama jika pengelola ingin menampilkan identitas bidang ilmu dengan lebih jelas. Sebelum digunakan, tetap lakukan uji coba di website staging atau salinan OJS agar tidak mengganggu website jurnal utama.
5. Immersion Theme
Immersion Theme dapat menjadi pilihan untuk jurnal yang ingin tampilan lebih visual. Tema ini menarik untuk jurnal yang ingin menonjolkan cover, identitas visual, atau tampilan halaman depan yang lebih berbeda dari jurnal OJS pada umumnya.
Namun, tema yang lebih visual biasanya perlu persiapan konten pendukung yang lebih baik. Misalnya gambar, cover issue, dan elemen visual lain harus disiapkan dengan rapi. Jika tidak, tampilan bisa terasa kurang maksimal. Jadi, tema ini lebih cocok untuk jurnal yang sudah punya pengelolaan konten visual yang cukup matang.
6. Sanguline Theme dari SanguShop
Pilihan lain yang menarik adalah Sanguline Theme dari SanguShop. Tema ini tersedia gratis dan dapat dicoba oleh pengelola jurnal yang ingin tampilan OJS lebih bersih, profesional, dan tidak terlalu standar.
Berdasarkan halaman produknya, Sanguline mendukung OJS 3.3.x dan OJS 3.4.x. Tema ini menawarkan desain bersih dengan sentuhan garis gradasi, navigasi sidebar yang mudah dibuat, tampilan ISSN di header, serta halaman artikel yang menampilkan informasi penting seperti abstrak, DOI, statistik lihat abstrak, statistik unduhan, afiliasi penulis, dan negara penulis.
Sanguline cocok untuk pengelola jurnal yang ingin tetap menggunakan tema gratis, tetapi menginginkan tampilan yang lebih segar. Tema ini juga menarik untuk jurnal kampus, jurnal program studi, atau jurnal lembaga yang ingin tampil lebih profesional tanpa harus langsung membeli tema berbayar.
Tips Sebelum Mengganti Tema OJS
Mengganti tema OJS sebaiknya tidak dilakukan secara terburu-buru, terutama jika jurnal sudah aktif menerima artikel. Ada beberapa langkah aman yang bisa dilakukan terlebih dahulu.
- Backup website dan database sebelum mengganti tema.
- Coba di staging jika tersedia, jangan langsung di website utama.
- Cek halaman penting seperti halaman depan, about, editorial team, archives, issue, dan halaman artikel.
- Periksa tampilan mobile karena banyak pembaca mengakses jurnal dari ponsel.
- Pastikan plugin penting tetap berjalan, termasuk statistik, DOI, dan fitur metadata lain.
Jika membutuhkan panduan teknis lain seputar OJS, Anda juga bisa membaca beberapa tutorial OJS di Sangu Ilmu, misalnya cara membuat menu Home di OJS 3, cara memasang Statcounter di OJS, dan cara mengaktifkan email verifikasi saat user mendaftar di OJS.
Kesimpulan
Ada beberapa tema OJS gratis yang bisa dipertimbangkan, mulai dari Default Theme, Bootstrap 3, Classic, Health Sciences, Immersion, hingga Sanguline dari SanguShop. Pilihan terbaik tergantung kebutuhan jurnal, versi OJS, gaya tampilan yang diinginkan, dan kesiapan pengelola dalam melakukan kustomisasi.
Untuk jurnal yang baru mulai, tema bawaan atau tema yang sederhana bisa menjadi pilihan aman. Namun, jika ingin tampilan yang lebih segar dan tetap gratis, Sanguline Theme layak dicoba sebagai salah satu alternatif tema OJS gratis untuk tampilan jurnal yang lebih profesional.
Tinggalkan Balasan