Dari Abu Nujaid yaitu Imran bin Hushain al-Khuza’i radhiallahu ‘anhuma bahwasanya ada seorang wanita dari suku Juhainah mendatangi Rasulullah s.a.w. dan ia sedang dalam keadaan hamil karena perbuatan zina. Kemudian ia berkata: “Ya Rasulullah, saya telah melakukan sesuatu perbuatan yang harus dikenakan had (hukuman) maka tegakkanlah had itu atas diriku.” Nabiyullah s.a.w. lalu memanggil wali wanita itu lalu bersabda: “Berbuat baiklah kepada wanita ini dan apabila telah melahirkan -kandungannya, maka datanglah padaku dengan membawanya.” Wali tersebut melakukan apa yang diperintahkan. Setelah bayinya lahir -lalu beliau s.a.w. memerintahkan untuk memberi hukuman, wanita itu diikatlah pada pakaiannya, kemudian dirajamlah. Selanjutnya beliau s.a.w. menyembahyangi jenazahnya. Umar berkata pada beliau: “Apakah Tuan menyembahyangi jenazahnya, ya Rasulullah, sedangkan ia telah berzina?” Beliau s.a.w. bersabda: “Ia telah bertaubat benar-benar, andaikata taubatnya itu dibagikan kepada tujuhpuluh orang dari penduduk Madinah, pasti masih mencukupi. Adakah pernah engkau menemukan seorang yang lebih utama dari orang yang suka mendermakan jiwanya semata-mata karena mencari keridhaan Allah ‘Azzawajalla.” (Riwayat Muslim)

Facebook Comments

Written by Thoha Firdaus (admin)

Terimakasih atas kunjungan Anda.. Kami hanyalah manusia biasa, tidak pernah luput dari kesalahan. Artikel ini sengaja kami muat untuk berbagi ilmu kepada semua pengunjung. Sebagian artikel yang kami muat, kami ambil dari berbagai sumber terpecaya yang telah kami cantumkan. Jika ada beberapa kesalahan dalam pembuatan artikel ini kami mohon maaf. Berilah komentar yang baik agar kami dapat memperbaikinya. Jika menurut Anda artikel-artikel yang kami muat ini bermanfaat bagi Anda, mohon sekiranya untuk membagikannya dengan catatan tidak meninggalkan sumber aslinya. Hormat kami: sanguilmu.com

Tinggalkan Balasan