Blog
Single-Blind atau Double-Blind? Memilih Model Review yang Tepat untuk Jurnal Ilmiah
Single-blind, double-blind, atau terbuka? Ini panduan non-teknis untuk memilih model review jurnal yang konsisten dijalankan redaksi dan adil bagi penulis.
Ramah untuk Semua: Aksesibilitas Digital di Website Kampus dan Materi Kuliah
Aksesibilitas digital bukan proyek teknologi besar. Ia dimulai dari keputusan kecil saat menulis dan mengunggah informasi kampus, agar pengumuman, materi kuliah, dan halaman jurnal terbaca oleh lebih banyak orang.
ORCID iD untuk Dosen: Cara Membuat dan Memanfaatkannya
ORCID iD membuat nama Anda tidak tertukar di dunia riset. Pelajari cara membuat, mengatur privasi, dan memanfaatkannya bagi dosen dan peneliti.
Surat Keterangan Diterima (LoA) dari Jurnal: Kapan Layak Diberikan dan Apa yang Sebaiknya Tercantum
Surat keterangan diterima (LoA) sering diminta sebelum naskah benar-benar terbit. Panduan ringan untuk pengelola jurnal kampus: kapan LoA layak diterbitkan, apa isinya, dan bagaimana menjaganya agar tidak disalahgunakan.
Saat AI Mengarang Sumber: Kebiasaan Memeriksa Referensi agar Naskah Ilmiah Tetap Kredibel
Daerah rawan baru dalam penulisan akademik bukan tata bahasa, melainkan daftar rujukan. Kenali ciri sumber karangan AI dan cara memeriksanya sebelum masuk ke tugas, skripsi, atau naskah jurnal.
Keamanan Website Jurnal OJS: 7 Langkah Mencegah Peretasan dan Link Judol
Panduan keamanan website jurnal OJS: 7 langkah praktis mencegah peretasan dan link judol, plus cara menangani situs yang sudah diretas.
Edisi Khusus dan Editor Tamu: Peluang Berharga yang Perlu Rambu Jelas
Edisi khusus bisa menambah jumlah artikel dan memperluas jejaring jurnal, tetapi tanpa rambu yang jelas ia juga membuka celah turunnya mutu. Ini poin yang perlu disiapkan redaksi sebelum membuka edisi khusus.
Regenerasi Pengelola Jurnal: Menjaga Mutu Ketika Pengurus Berganti
Pergantian pengurus jurnal kerap membuat layanan redaksi terasa berubah mendadak: naskah menumpuk, penulis lama menunggu kabar, dan reviewer hilang kontak. Artikel ini membahas apa saja yang perlu diwariskan agar mutu jurnal tetap terjaga dari satu kepengurusan ke kepengurusan berikutnya.
Editor dan Reviewer Menggunakan AI: Manfaat, Batas Etis, dan Kebijakan yang Perlu Disiapkan Jurnal
AI makin sering dipakai editor dan reviewer jurnal. Artikel ini mengulas manfaat yang wajar, batas etis yang tidak boleh dilewati, serta kebijakan sederhana yang perlu disiapkan agar proses review tetap adil dan tepercaya.
Tugas Kelompok secara Daring: Kebiasaan Sederhana agar Kerja Sama Lancar dan Adil
Tugas kelompok daring sering berantakan bukan karena sulit, melainkan karena kebiasaan kerja sama digitalnya belum rapi. Artikel ini membahas kebiasaan sederhana agar kerja sama kelompok lancar dan adil: kesepakatan awal, satu dokumen, komunikasi yang manusiawi, hingga checklist sebelum mengumpulkan.
Perjalanan Naskah di Jurnal Ilmiah: Apa yang Terjadi Setelah Anda Klik Submit
Apa yang terjadi pada naskah Anda setelah tombol submit ditekan? Memahami alur kerja redaksi jurnal membantu penulis menetapkan ekspektasi, berkomunikasi lebih baik, dan menyiapkan diri di setiap tahap.
Jangan Langsung Percaya Grafik: Cara Membaca Data secara Kritis
Grafik dan angka sering terlihat meyakinkan, tetapi belum tentu jujur. Pelajari cara sederhana membaca data secara kritis agar tidak mudah tertipu sajian visual.