Setiap pengelola jurnal tahu momen ini: hasil cek similarity naskah jurnal keluar, angkanya tampak besar, lalu muncul pertanyaan, “Ditolak atau lanjut?” Sebaliknya, penulis sering cemas karena menganggap angka itu vonis. Padahal skor kemiripan hanyalah titik awal percakapan, bukan putusan.
Artikel ini membantu dosen, mahasiswa, dan editor memahami apa arti skor tersebut serta cara membacanya dengan bijak.
Similarity bukan plagiarisme
Perangkat lunak seperti iThenticate membandingkan teks naskah dengan basis data tulisan lain. Menurut dokumentasi Crossref tentang laporan kemiripan, perangkat ini tidak memeriksa plagiarisme; ia memeriksa kemiripan. Bagian yang mirip atau identik ditandai agar ditinjau manusia, dan itu belum otomatis berarti plagiarisme.
Jadi, yang dihasilkan mesin adalah bahan pertimbangan. Yang menilai apakah sebuah kemiripan wajar atau bermasalah tetaplah editor dan reviewer.
Bagaimana skor dihitung
Menurut dokumentasi yang sama, skor diperoleh dari jumlah kata yang cocok dibagi total kata dalam dokumen. Artinya, skor bergantung pada apa saja yang ikut dihitung. Bila opsi pengecualian dipakai, kecocokan yang dikecualikan dibuang dan skor dihitung ulang. Panduan Turnitin juga menyebut kutipan langsung dan daftar pustaka dapat dikeluarkan dari skor.
Karena itu, dua orang bisa memperoleh angka berbeda untuk naskah yang sama hanya karena pengaturan pemeriksaannya tidak seragam. Jurnal sebaiknya menetapkan dan mencatat pengaturan standarnya.
Angka tinggi belum tentu salah, angka rendah belum tentu aman
Panduan Turnitin menegaskan bahwa skor tinggi tidak selalu berarti tulisan dijiplak, begitu pula skor rendah tidak selalu berarti tidak ada pelanggaran. Beberapa contoh yang wajar membuat skor naik:
- Naskah memuat banyak kutipan langsung dan istilah baku yang memang harus ditulis apa adanya.
- Daftar pustaka atau metode standar yang memang lazim diuraikan dengan kalimat serupa.
- Naskah pernah diunggah sebagai preprint oleh penulis yang sama, sehingga cocok dengan dirinya sendiri.
Soal preprint, Crossref menyatakan kecocokan dengan preprint milik penulis yang sama bukanlah plagiarisme, sedangkan kecocokan dengan preprint milik orang lain perlu diselidiki lebih lanjut. Bila Anda belum paham untung ruginya, baca juga panduan preprint di Sangu Ilmu.
Sebaliknya, skor rendah bisa menipu bila naskah hanya diparafrasekan secara mekanis tanpa menyebut sumber, atau bila sumbernya tidak ada dalam basis data. Mesin tidak membaca niat.
Jangan menetapkan batas tolak otomatis
Crossref secara eksplisit menyarankan agar jurnal tidak menetapkan skor tertentu sebagai batas penolakan otomatis. Bila tumpang tindih tinggi, editor dan reviewer yang memutuskan apakah kecocokan itu dapat diterima. Setiap jurnal boleh punya pedoman internal, misalnya kapan naskah perlu ditelaah lebih dekat, tetapi angka itu sebaiknya menjadi pemicu peninjauan, bukan pemutus.
Mekanisme layanan ini juga perlu dipahami pengelola. Crossref menjelaskan bahwa layanan Similarity Check tersedia bagi anggotanya, memakai iThenticate dari Turnitin, dan dikenai biaya; rinciannya dapat dibaca di halaman layanan Similarity Check. Periksa syarat dan tarif terbaru sebelum berlangganan.
Kesalahan umum saat membaca laporan
Kesalahan pertama adalah hanya melihat persentase total tanpa membuka sumber yang cocok. Satu sumber dengan kecocokan panjang jauh lebih penting daripada banyak kecocokan pendek yang tersebar. Kesalahan kedua adalah membandingkan skor antarnaskah tanpa memperhatikan bidang ilmu, karena disiplin dengan istilah dan metode baku cenderung punya pola kemiripan berbeda. Kesalahan ketiga adalah mengirim berkali-kali draf yang sama ke repositori pribadi, padahal menurut panduan Turnitin hal itu dapat membuat draf akhir tampak 100% mirip.
Alur telaah yang adil untuk editor
- Periksa naskah dengan pengaturan yang seragam, lalu catat pengaturan itu.
- Buka laporan, jangan berhenti pada angkanya. Lihat sumber mana yang paling banyak cocok.
- Bedakan kecocokan wajar (kutipan, istilah baku, metode, preprint sendiri) dari kecocokan yang mencurigakan.
- Bila ada dugaan masalah, hubungi penulis secara santun dan beri kesempatan menjelaskan.
- Putuskan berdasarkan bukti, lalu dokumentasikan alasannya.
Alur ini sejalan dengan semangat etika publikasi ilmiah dan membantu editor yang sedang mempertimbangkan desk reject agar tetap adil. Jika kemudian terbukti ada masalah serius pada artikel yang sudah terbit, kebijakan retraksi perlu disiapkan.
Tips untuk penulis sebelum mengirim naskah
Penulis dapat mengurangi kecemasan dengan kebiasaan sederhana. Tulis dengan kata-kata sendiri setelah memahami sumbernya, bukan sambil menyalin lalu mengubah beberapa kata. Beri tanda kutip pada kutipan langsung, dan cantumkan sumber untuk setiap gagasan yang bukan milik Anda. Rapikan rujukan dengan aplikasi seperti yang dibahas di panduan Zotero, dan pastikan setiap sumber benar-benar ada seperti diingatkan dalam artikel tentang AI yang mengarang sumber.
Bila naskah berasal dari skripsi, tesis, atau preprint Anda sendiri, sebutkan hal itu terus terang dalam surat pengantar. Keterbukaan jauh lebih meyakinkan daripada kejutan di laporan kemiripan.
Langkah praktis hari ini
Pengelola jurnal dapat menulis satu halaman pedoman: alat yang dipakai, pengaturan pemeriksaan, siapa yang menelaah laporan, dan apa langkah bila ditemukan kecocokan mencurigakan. Penulis cukup membiasakan diri menulis dengan sumber yang jelas. Jika jurnal Anda ingin menata alur editorial di OJS, lihat juga layanan kostumisasi OJS.
Tinggalkan Balasan