Mempunyai Kriteria Pasangan Hidup bukan Berarti tidak Menerima Apa Adanya

Terkadang aneh jika ada seorang yang mencari pasangan hidup yang dicari adalah yang menerima apa adanya, apakah iya ketika pasanganya melakukan kemaksiatan seperti suka minum, berjudi, mencuri dsb kita harus menerima dia apa adanya? Tentu saja tidak, seseorang itu mempunyai kriteria-kriteria yang didambakan dan itu wajar dan normal, bukan berarti jika mempunyai kriteria dikatakan tidak menerima apa adanya.

Saya ingat jadi sebuah cerita dari sahabat saya ketika beliau ditawarkan seorang akhwat untuk menikahinya, akan tetapi sahabat saya menginginkan sebelum menikah dia ingin akhwat tersebut bisa menhafal 4 juz di al-quran, padahal saat itu sahabat saya belum hafal sampai 4 juz. Akan tetapi begitulah semangtnya sahabat saya untuk menghafal, beliau jadikan itu sebagai motivasi untuk terus banyak menghafal al-quran. Akan tetapi berbeda dipihak akhwatnya, ketika belum sampai pada batas waktunya akhwat tersebut mengundurkan diri dengan alasan takut salah niat dan ingin mencari pasangan yang menerima apa adanya. Saat itulah aku mulai belajar dari sahabat saya, kriteria idaman itu bukan berarti tidak mau menerima apa adanya. Ketika sebuah kriteria pasangan sudah terpenuhi, maka selain dari kriteria tersebut itulah yang akan diterima apa adanya. Niat itu akan senantiasa berubah ketika sudah menjalankan sebuah tantangan yang nantinya sesungguhnya berguna bagi dirinya sendiri.

Akan lebih serasi jika pasangan alas kaki sebelah kanan sama dengan alas kaki yang sebelah kiri, yang membedakan hanya alas kaki kanan dipakai untuk kaki yang sebelah kanan dan alas kaki kiri dipakai di kaki yang sebelah kiri. Oleh karena itu jangan khawatir, Allah Maha Adil. Perbaiki diri untuk mendapatkan pasangan yang serasi.

Thoha Firdaus

Seorang yang suka mengajar, menulis di blog, buat video YouTube, mencari hal yang baru.

Facebook | Twitter | Instagram | Youtube

Tinggalkan Balasan