Daftar Isi 8
Artikel

Mengenal ISSN: Panduan Lengkap Mendapatkan ISSN untuk Jurnal Ilmiah

Naya Jurnal Ilmiah OJS
Ilustrasi ISSN untuk Jurnal Ilmiah - Panduan Mendapatkan ISSN

Setiap jurnal ilmiah yang terbit secara berkala seharusnya memiliki nomor ISSN. Singkatan dari International Standard Serial Number, ISSN adalah identitas unik yang membedakan jurnal Anda dari ribuan jurnal lain di seluruh dunia. Tanpa ISSN, sebuah jurnal akan kesulitan diakui secara internasional, sulit masuk ke sistem indeksasi, dan kurang dipercaya oleh penulis maupun pembaca.

Apa Itu ISSN?

ISSN adalah nomor seri delapan digit yang diberikan oleh Pusat ISSN Internasional melalui masing-masing badan nasional di setiap negara. Di Indonesia, ISSN dikelola oleh Pusat Nasional ISSN Indonesia yang berada di bawah Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Struktur ISSN terdiri dari dua kelompok angka yang dipisahkan tanda hubung, misalnya XXXX-XXXX. Angka terakhir adalah digit pemeriksa (check digit) yang dihitung menggunakan algoritma modulus 11. Setiap ISSN bersifat unik dan hanya diberikan untuk satu judul publikasi berkala—artinya, jika jurnal Anda berganti nama, Anda harus mengajukan ISSN baru.

Kenapa Jurnal Ilmiah Perlu ISSN?

  • Legitimasi dan kredibilitas: ISSN menjadi tanda bahwa jurnal Anda dikelola secara profesional dan memenuhi standar publikasi ilmiah.
  • Syarat indeksasi: Hampir semua portal indeksasi seperti Google Scholar, Garuda, SINTA, ARJUNA, dan DOAJ mensyaratkan ISSN sebagai prasyarat utama.
  • Memudahkan identifikasi: Pembaca, penulis, dan pustakawan dapat dengan mudah mencari dan merujuk jurnal Anda menggunakan ISSN.
  • Syarat akreditasi ARJUNA: Akreditasi jurnal oleh Kemendikbudristek melalui ARJUNA mewajibkan jurnal memiliki ISSN yang masih aktif.
  • Memperluas jangkauan: Jurnal ber-ISSN lebih mudah masuk ke jaringan pertukaran internasional dan sistem katalog global.

Siapa yang Berhak Mengajukan ISSN?

ISSN dapat diajukan oleh penerbit jurnal, yaitu lembaga atau institusi yang menerbitkan publikasi berkala. Ini bisa berupa universitas, fakultas, program studi, lembaga penelitian, organisasi profesi, atau yayasan. Syarat utamanya adalah jurnal sudah memiliki nama, terbit secara berkala (minimal dua kali setahun), dan memiliki dewan redaksi yang jelas.

Untuk jurnal yang dikelola oleh program studi atau himpunan mahasiswa, ISSN tetap bisa diajukan selama struktur redaksi dan penerbitnya jelas. Jika Anda mengelola jurnal di lingkungan kampus, konsultasikan dulu dengan LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) setempat karena biasanya mereka yang menaungi jurnal-jurnal di bawah universitas.

Cara Mendapatkan ISSN untuk Jurnal Ilmiah

Proses pengajuan ISSN di Indonesia dilakukan secara online melalui laman issn.perpusnas.go.id. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Siapkan dokumen jurnal: Susun profil jurnal yang mencakup nama jurnal, frekuensi terbit, ruang lingkup, afiliasi penerbit, susunan dewan redaksi (editor in chief, editor bagian, mitra bestari/reviewer), serta template artikel.
  2. Registrasi akun: Buat akun di portal ISSN Perpusnas dengan menggunakan email institusi (bukan email pribadi seperti Gmail atau Yahoo).
  3. Isi formulir pengajuan: Lengkapi data jurnal, termasuk alamat lengkap redaksi, nomor telepon, website jurnal (jika sudah ada), dan informasi penerbit.
  4. Unggah dokumen pendukung: Sertakan surat keterangan dari pimpinan institusi, contoh naskah artikel yang siap terbit, dan profil dewan redaksi.
  5. Proses verifikasi: Tim Pusat Nasional ISSN akan memverifikasi kelengkapan data. Biasanya proses ini memakan waktu 3–14 hari kerja.
  6. Terbit ISSN: Jika disetujui, Anda akan mendapatkan nomor ISSN yang diterbitkan dalam bentuk sertifikat digital.

Penting untuk dicatat: ISSN diberikan secara gratis. Tidak ada biaya pengajuan yang dipungut oleh Perpustakaan Nasional. Jika ada pihak yang meminta biaya untuk pengurusan ISSN, waspadalah karena kemungkinan itu bukan saluran resmi.

Setelah Mendapatkan ISSN: Hal yang Perlu Dilakukan

Setelah jurnal Anda resmi memiliki ISSN, ada beberapa langkah lanjutan yang perlu segera dilakukan:

  • Cantumkan ISSN di setiap terbitan: Tampilkan nomor ISSN di sampul, halaman depan, dan setiap artikel jurnal, baik versi cetak maupun online.
  • Daftarkan ke Google Scholar: Agar artikel mudah ditemukan dan disitasi. Lihat panduan lengkapnya di artikel Google Scholar untuk Jurnal Ilmiah yang membahas cara meningkatkan visibilitas jurnal Anda.
  • Ajukan akreditasi ARJUNA: Setelah jurnal berjalan minimal dua tahun dan telah menerbitkan beberapa edisi, Anda bisa mengajukan akreditasi. Informasi lebih lanjut tentang sistem akreditasi bisa dibaca di artikel terkait akreditasi jurnal.
  • Perbarui metadata OJS: Jika jurnal Anda menggunakan Open Journal Systems (OJS), pastikan data ISSN dimasukkan di halaman pengaturan jurnal agar muncul otomatis di setiap halaman.
  • Kelola editor dan reviewer: Pastikan alur kerja editorial berjalan lancar. Artikel Manajemen Database Reviewer untuk Jurnal Ilmiah bisa menjadi referensi untuk mengelola reviewer secara lebih efektif.

ISSN Cetak vs ISSN Online (E-ISSN)

Jurnal ilmiah modern umumnya memiliki dua jenis ISSN: ISSN cetak (p-ISSN) untuk versi cetak dan ISSN online (e-ISSN) untuk versi digital. Keduanya adalah nomor yang berbeda. Jika jurnal Anda hanya terbit dalam format digital, Anda hanya perlu mengajukan e-ISSN.

Jika saat ini jurnal Anda sudah memiliki p-ISSN dan ingin menambahkan versi online, Anda dapat mengajukan e-ISSN secara terpisah melalui mekanisme yang sama. Pastikan format digital jurnal Anda (PDF, HTML) sudah siap dan dapat diakses melalui website jurnal.

Kesalahan Umum dalam Pengajuan ISSN

  • Data tidak lengkap: Banyak pengajuan ditolak karena profil redaksi tidak jelas atau alamat institusi tidak valid.
  • Menggunakan email pribadi: Sistem mensyaratkan email institusi sebagai bukti afiliasi penerbit.
  • Nama jurnal terlalu mirip: ISSN tidak bisa diberikan jika nama jurnal sudah mirip atau identik dengan jurnal yang sudah terdaftar. Disarankan membuat nama yang khas.
  • Frekuensi terbit tidak realistis: Mengklaim terbit empat kali setahun padahal baru memiliki satu edisi. Mulailah dengan frekuensi yang realistis seperti dua atau tiga kali setahun.
  • Website jurnal belum siap: Untuk e-ISSN, jurnal harus sudah memiliki website yang menampilkan informasi lengkap jurnal dan artikel. Jika Anda belum memiliki website jurnal yang profesional, pertimbangkan untuk menggunakan platform seperti OJS dan memastikan tampilannya siap sebelum pengajuan.

Penutup

ISSN adalah langkah awal yang penting dalam perjalanan sebuah jurnal ilmiah menuju pengakuan yang lebih luas. Prosesnya tidak rumit dan tidak berbayar, namun membutuhkan persiapan administrasi yang matang. Dengan memiliki ISSN, jurnal Anda memiliki identitas yang diakui secara global dan siap melangkah ke tahap berikutnya: indeksasi, akreditasi, dan dampak ilmiah yang lebih besar.

Jika Anda membutuhkan bantuan untuk menyiapkan website jurnal berbasis OJS yang profesional—lengkap dengan halaman profil, metadata ISSN, dan tata letak yang sesuai standar—Sangu Ilmu menyediakan layanan pendampingan dan pengembangan tema jurnal yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan institusi Anda. Silakan jelajahi layanan yang tersedia atau hubungi tim kami untuk diskusi lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *