Daftar Isi 7
Artikel

Kebijakan Similarity Jurnal Ilmiah: Cara Menyusunnya agar Editor dan Penulis Lebih Satu Pemahaman

Naya OJS Penelitian
Ilustrasi kebijakan similarity jurnal ilmiah dengan alur editor, reviewer, dan naskah OJS ber-watermark sanguilmu.com

Kebijakan similarity sering menjadi sumber salah paham dalam pengelolaan jurnal ilmiah. Di satu sisi, editor perlu menjaga kualitas naskah, orisinalitas tulisan, dan etika publikasi. Di sisi lain, penulis kadang hanya memahami angka kemiripan sebagai syarat administratif: selama persentasenya rendah, naskah dianggap aman. Padahal, pemeriksaan kemiripan tidak sesederhana itu.

Bagi pengelola jurnal, kebijakan similarity yang jelas membantu proses editorial menjadi lebih tertib. Editor memiliki acuan yang konsisten, reviewer tidak dibebani hal yang seharusnya disaring sejak awal, dan penulis memahami standar jurnal sebelum mengirimkan naskah. Kebijakan ini juga mendukung wajah profesional jurnal, sama pentingnya dengan halaman profil jurnal ilmiah yang meyakinkan dan alur editorial yang rapi.

Similarity bukan sekadar angka persentase

Kesalahan umum yang sering terjadi adalah menjadikan batas persentase sebagai satu-satunya ukuran. Misalnya, jurnal menetapkan batas maksimal 20 persen, lalu semua naskah di bawah angka itu otomatis dianggap layak. Sebaliknya, naskah di atas angka tersebut langsung ditolak tanpa melihat konteks.

Angka memang penting sebagai indikator awal, tetapi editor tetap perlu membaca sumber kemiripannya. Kemiripan bisa berasal dari kutipan yang benar, daftar pustaka, nama lembaga, istilah metode penelitian, atau bagian instrumen yang memang lazim digunakan. Namun, kemiripan juga bisa menunjukkan pengambilan teks tanpa parafrasa memadai, duplikasi artikel, atau praktik publikasi yang tidak etis. Karena itu, kebijakan yang baik perlu menjelaskan bahwa angka kemiripan adalah pintu masuk evaluasi, bukan keputusan akhir.

Tentukan batas angka dengan bahasa yang realistis

Jurnal boleh menetapkan batas tertentu, misalnya maksimal 20 atau 25 persen, sesuai karakter bidang ilmu dan kebijakan penerbit. Namun, hindari menulis aturan yang terlalu kaku tanpa ruang penilaian editorial. Kalimat seperti “naskah dengan similarity di atas 20 persen otomatis ditolak” sering menimbulkan masalah, terutama jika kemiripan berasal dari bagian yang wajar.

Lebih baik gunakan rumusan yang lebih proporsional, misalnya: “Jurnal melakukan pemeriksaan kemiripan naskah sebagai bagian dari proses seleksi awal. Persentase kemiripan menjadi pertimbangan editor bersama dengan kualitas sumber kemiripan, kepatuhan sitasi, dan potensi pelanggaran etika publikasi.” Dengan cara ini, editor tetap memiliki standar, tetapi tidak kehilangan ruang untuk menilai secara akademik.

Jelaskan bagian naskah yang diperiksa

Kebijakan similarity sebaiknya menjelaskan apakah pemeriksaan dilakukan pada seluruh naskah atau pada bagian tertentu. Beberapa jurnal mengecualikan daftar pustaka, kutipan langsung, atau bagian metodologi tertentu. Ada juga jurnal yang tetap memeriksa seluruh dokumen, tetapi editor meninjau hasilnya secara manual.

Penjelasan ini penting agar penulis tidak bingung ketika menerima catatan dari editor. Jika jurnal menggunakan OJS, informasi singkat dapat ditempatkan pada halaman “Author Guidelines” atau “Publication Ethics”. Hal ini sejalan dengan kebutuhan gaya selingkung jurnal ilmiah yang rapi dan konsisten, karena penulis membutuhkan panduan yang mudah ditemukan sebelum melakukan submit.

Bedakan revisi teknis dan dugaan pelanggaran etik

Tidak semua temuan kemiripan harus diperlakukan sebagai pelanggaran berat. Ada naskah yang hanya membutuhkan perbaikan parafrasa, penambahan sitasi, atau penataan kutipan. Dalam kasus seperti ini, editor dapat mengembalikan naskah kepada penulis untuk diperbaiki sebelum masuk tahap review.

Namun, jika ditemukan duplikasi besar dari artikel lain, pengambilan teks tanpa sumber, atau indikasi publikasi ganda, jurnal perlu memiliki prosedur yang lebih tegas. Editor dapat merujuk pada prinsip etika publikasi, misalnya panduan dari Committee on Publication Ethics (COPE), lalu mendokumentasikan keputusan editorial secara tertib.

Masukkan kebijakan ke alur editorial, bukan hanya halaman formalitas

Kebijakan yang baik tidak cukup hanya ditulis di website jurnal. Ia perlu benar-benar digunakan dalam alur kerja editorial. Pada tahap awal, editor atau sekretariat jurnal dapat melakukan pemeriksaan kelengkapan naskah, kesesuaian template, dan hasil similarity. Jika naskah belum memenuhi standar dasar, penulis bisa diminta memperbaiki sebelum naskah diteruskan kepada reviewer.

Dengan pola ini, reviewer menerima naskah yang lebih siap dinilai secara substansi. Alur tersebut juga melengkapi praktik triase naskah jurnal di OJS, yaitu menyaring naskah sejak awal agar proses editorial tidak menumpuk di tahap review.

Gunakan bahasa yang mudah dipahami penulis

Banyak halaman kebijakan jurnal ditulis dengan bahasa yang terlalu administratif. Akibatnya, penulis membaca sekilas saja atau bahkan melewatkannya. Padahal, kebijakan similarity seharusnya membantu penulis memahami apa yang boleh, apa yang perlu diperbaiki, dan apa yang dapat berakibat pada penolakan naskah.

Gunakan kalimat sederhana. Jelaskan bahwa penulis wajib mengutip sumber dengan benar, menghindari salin-tempel dari karya sendiri maupun orang lain, dan memastikan naskah belum pernah dipublikasikan di tempat lain. Jika jurnal menyediakan template atau panduan penulisan, tautkan langsung agar penulis tidak harus mencari-cari informasi dari beberapa halaman berbeda.

Bangun budaya editorial yang adil dan konsisten

Kebijakan similarity bukan alat untuk mempersulit penulis. Justru, aturan yang jelas membuat proses editorial lebih adil. Penulis mengetahui standar sejak awal, editor memiliki dasar keputusan yang transparan, dan jurnal terlihat lebih siap menjaga mutu publikasi.

Untuk jurnal kampus atau jurnal yang sedang berbenah menuju akreditasi, kebijakan seperti ini dapat menjadi bagian dari peningkatan tata kelola. Selain memperbaiki substansi naskah, pengelola juga perlu memastikan tampilan dan informasi jurnal mudah diakses. Jika membutuhkan inspirasi tampilan, artikel tentang rekomendasi tema OJS untuk jurnal yang lebih profesional bisa menjadi bahan pertimbangan awal.

Pada akhirnya, pemeriksaan similarity akan lebih bermanfaat jika ditempatkan sebagai bagian dari pendidikan etika publikasi. Bukan sekadar mengejar angka rendah, tetapi membangun kebiasaan menulis ilmiah yang jujur, rapi, dan bertanggung jawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *