Thoha Firdaus Seorang yang suka mengajar, nulis di blog, buat video youtube, mencari hal yang baru

Linux Mint Xfce VS MX Linux, ini Kelebihan dan Kekurangannya

3 min read

Linux Mint VS MX Linux

Sudah lama saya tidak bermain linux, terakhir sekitar tahun 2010 waktu S1. Jadi saya selama itu saya pakai windows. Terakhir kemarin mau beli lisensi windows untuk laptop saya yang jadul karena windows 7 sudah tidak dapat dukungan lagi katanya. Ketika sudah dapat lisensi dan mau instal di laptop jadul saya, ternyata laptop bermasalah tidak mau membaca boot dari windows 10. Nyesek gak tuh.. Ketika cari-cari tutorial permasalahan di youtube, eh malah ketemu linux. Yaudah akhirnya kepincut lagi dengan si linux ini.

Linux Mint Xfce VS MX Linux, ini Kelebihan dan Kekurangannya |
https://distrowatch.com/

Akhirnya kembali borsing-brosing untuk mencari distro yang cocok. Saya melihat di daftar rangking DistroWatch ternyata MX Linux menduduki rangking pertama dalam tahun terakhir.  Yess tanpa basa basi saya langsung cari file ISO nya. Setau saya tidak ada pilihan desktop, hanya desktip versi Xfce saja. Menurut  ku itu pas banget untuk laptop dan komputer ku yang hanya mempunyai spesifikasi yang masih rendah.

Oke jadi ceritanya sudah berhasil saya instal di komputer (gak jadi di laptop karena masih bisa beroperasi). Dari pertama melihat tampilan interfacesnya langsung wow.. Memang keren tampilannya, widget time (gak tau namanya apa) sudah langsung di pasang di MX Linux, dan pilihan temanya juga banyak. Sayang banget pada bagian Package Installer kurang apik menurut ku. Tampilannya agak boring, kurang emmm.. kurang jos lah, secara saya kan sudah lama gak pake linux dan bisa dianggep saya masih pemula. Bisa cek tampilannya di gambar ke dua. Tapi ya bagi ku awal-awal tidak masalah, yang penting masih bisa dipakai untuk instal aplikasi-aplikasi penting dan familiar.

Linux Mint Xfce VS MX Linux, ini Kelebihan dan Kekurangannya |
sumber: https://mxlinux.org/

Setelah itu saya coba pasang beberapa aplikasi yang penting yang saua butuhkan. Karena saya banyak terjun di dunia pendidikan jelas aplikasi office wajib diinstal. Tapi untungnya LibreOffice sudah langsung terpasang di sistem operasinya. Setelah itu saya membutuhkan aplikasi yang menunjung di dalam research saya, yaitu Mendeley. Aplikasi refereces manager ini kalau gak salah tidak ada di Package Installer, jadi saya mendepatkan masternya di situs Mendeleynya. Setelah terpasang dan akhirnya bisa kebuka semua. Daan ternyata ada permasalahan di bagian plugin, LibreOffice tidak mau membaca/instal extention/plugin dari Mendeley. Saya pikir ini ungkin kesalahan LibreOfficenya atau mungkin kesalahan dari Mendeleynya.

Baca Juga:  [BARU] Cara Melihat ID Scopus

Saya berhasil bertahan sekitar 2-3 hari setelah seharian selama hari tersebut tidak berhasil menyelesaikan masalah itu. Setelah itu saya berfikir untuk mengganti sistem operasi. Sistem operasi langsung tertuju ke Linux Mint, yang kabarnya sempat rangkig selama beberapa tahun di DistroWatch. Pertama saya mencoba menginstal Linux Mint versi Cinnamon, yess singkat saya berhasil instal di komputer saya. Daaan,, laptop terasa berrrat dan sempat sampai hang, saya cek ternyata ram cepat penuh. Padahal saya hanya membuka beberapa aplikasi (yang paling berat saat itu Firefox). Normalnya ketika tidak membuka aplikasi sama sekali ram sudah terpakai hampir 1GB. Ohya saya menggunakan spesifikasi komputer RAM 4GB, prosesornya AMD (Lupa versi apa). Tapi saya sempat menginstal beberapa aplikasi, saya mencoba instal aplikasi LibreOffice dan Mendeley. Keduanya behasil di instal, LibreOffice sudah terinstal di sistem operasi dan ternyata Mendeley juga sudah tersedia di paket instaler. Saat itu saya pikir, wah ternyata Mendeley sudah benar-benar dipikirkan kalau ada yang membutuhkan. Saya pikir juga sepertinya paket instalernya juga sepertinya lebih lengkap di Linux Mint. Tidak hanya itu tampilan interfacesnya juga langat user frienly, mudah bagi orang awam dan tidak membosankan, mirip Appstrore di Mac. Tapi permasalahannya adalah satu, laptopnya berat, sama kaya instal windows.

Oke jadi karena sepertinya saya cocok di Linux Mint, akhirnya saya coba cari versi Xfce. Karena saya pikir Linux Mint versi Xfce adalah versi Linux yang paling ringan.

Ceritanya sudah saya sudah berhasil instal Linux Mint versi Xfce. Benar ternyata meng sangat ringan, RAM hanya terpakai sekitar 20an % bahkan kadang kurang dari total 4GB, itu daam kondisi belum pakai aplikasi. Bisikan kemudian muncul, jangan-jangan LibreOffice dan Mendeley gagal dipakai lagi karena saat pakai MX Linux juga memakai Desktop Xfce. Saat itu saya hampir berfikir untuk tidak lagi pakai Linux. Daaaan ternyata tidak, aplikasi yang saya harapkan ternyata berjalan dengan lancar. Ketika saya menulis ini saya sudah bertahan sampai tiga hari dan saya tidak menemui masalah/kendala. Kendalanya hanya ada di kapasitar sistem operasi. Saya menyesal mengapa saya hanya memberi storage cuma 25GB untuk Linux. Saya kesusahan tidak bisa menambah kapasitas. Saya coba brosing sana kemari tidak berhasil menambah kapasitas. Yaa sudah saya terima saja, ketika nanti benar-benar sudah penuh saya coba instal ulang dengan memberi kapasitas yang lebih besar. Ohya bagi teman-teman yang mempunyai cara bagaimana menambah kapasitas filesyistem Linux tolong bantu saya dengan komentar di bawah ya.

Baca Juga:  Jasa Pembuatan Jurnal dan Prosiding Online

Kesimpulan

Oke dari beberapa masalah yang saya dapatkan, saya bisa mengambil kesimpulan atas kelebihan dan kekurangan. Ini versi saya ya.. saya yakin teman-teman juga mempunyai versi sendiri-sendiri. Ini ditinjau dari versi pemula sepert saya..

Kelebihan MX Linux: Tampian interfacesnya bagus dan cantik alias tidak membosankan, tampilannya bisa kita oprak dengan mudah, sangat ringan banget dan cocok untuk yang digunakan di spesifikasi laptop/komputer yang rendah.

Kekurangan MX Linux: Tampilan Package Installer yang sederhana, paket instalernya juga hanya sedikit (meskipun ini juga bisa ditambah), kurang cocok untuk linkungan pendidikan/peneliti.

Kelebihan Linux Mint Xfce: Sangat ringan dan cocok untuk digunakan pada spesifikasi laptop/komputer yang rendah,  tampilannya bersih dan tidak membosankan, cenderung lebih stabil untuk digunakan di beberapa aplikasi, paket instalernya buanyak dan tampilannya bagus untuk pemula.

Kekurangan Linux Mint Xfce: Default nya sistem ini tidak bisa di beri effek animasi (setau saya ya) kecuali instal aplikasi pihak ketiga, sepertinya sistem lebih banyak mengambil storage (kayanya ya..)

Rata-rata kekurangan Linux Mint versi Xfce yang saya kemukakan diatas adalah hanya argumen dugaan ya. Namun secara sistem operasinya kedua linux ini tidak jauh berbeda, ini karena Linux mint saya saya pakai  dan MX Linux sama-sama menggunakan versi Desktop Xfce.

Thoha Firdaus Seorang yang suka mengajar, nulis di blog, buat video youtube, mencari hal yang baru

One Reply to “Linux Mint Xfce VS MX Linux, ini Kelebihan dan Kekurangannya”

  1. Tinggal buatkan saja partisi baru khusus data kalo mau aman bisa pake file sistem fat32 nanti bisa di link dengan /data misalnya jadi bisa aman untuk simpan file.. bisa di ambil dari windows dan linux..
    Saya juga pake mint 19.3 xfce lagi joss dengan ram 2GB saja..
    Rencana memang pake Mendeley..
    Mari tetapkan hati menolak punah.. 😂

Tinggalkan Balasan