Mengapa Tidak Bisa Melihat ID Scopus ? Ini Solusinya dan Alasan

Scopus merupakan salah satu lembaga indeks terbaik yang di akui oleh Ristekdikti. Selain itu indeks yang lain yang diakui dan bereputasi adalah Thomson Reuters, dan Microsoft Academc Research. Di kalangan Asia dan Amerika, scopus menjadi pilihan indeks pertama yang baik menurut mereka. Sedangkan di bagian Eropa yang paling baik bagi mereka adalah Thomson Reuters.

Kali ini saya tidak akan membahas panjang lebar mengenai lembaga pengindeks mereka, Saya hanya akan fokus ke Scopus. Scopus dengan alamat di http://scopus.com, merupakan indeksasi terbesar di dunia. Jika artikel Anda di terbitkan di jurnal yang mempunyai indeks Scopus, maka ketika artikel Anda telah di indeks (biasanya 1-2 bulan setelah terbit) seharusnya sudah mempunyai No ID. Untuk melihat jurnal mana yang terindeks Scopus, Anda dapat melihatnya di SJR (Scimago Journal & Country Rank) yang beralamatkan di http://scimagojr.com.

ID Scopus merupakan nomor unik profil penelitian, yang di miliki setelah jurnal Anda telah terindeks di Scopus. No ID pada scopus mempunyai peran penting yang wajib di punyai oleh seorang peneliti.  Namun masalahnya banyak yang masih bingung dan ada juga yang mendapati masalah ketika tidak bisa melihat no ID di Scopus.

Jika bingun cara melihat ID Scopus, Anda dapat melihat di [BARU] Cara Melihat ID Scopus

Daftar isi:

Alasan Tidak Bisa Melihat ID Scopus

Jika Anda tidak menemukan ID di scopus, kemungkinan alasan ada di bawah ini

1. Atikel Anda baru satu

Secara default, ID scopus hanya dapat di lihat jika Author telah mempunyai minimal 2 artikel yang terindeks Scopus. Tidak jelas mengapa demikian, saya memprediksi kemungkinan alasannya alasannya (1) memotovasi kepada author agar terus mempublikasi artikel yang mempunyai indeks scopus, dan atau (2) jika artikel hanya satu, maka memungkinkan kesalahan pada metadata artikel, sehingga jika artikel lebih dari satu maka dapat menekankan ke shohihan pemilik artikel. Meskipun demikian kita tetap bisa melihat ID kita, langkah-langkahnya ada di bawah.

2. Artikel tersebut menyatu pada Author lain

Mengapa demikian? Karena sistem web Scopus di buat otomatis marge (menyatu) setiap ada nama yang sama. Solusinya adalah kita meminta (Request to merge authors) kepada tim admin scopus. Langkah-langkahnya saya jelaskan di postingan selanjutnya.

3. Artikel Anda belum di indeks oleh Scopus

Artikel yang terbit di jurnal yang terindeks scopus tidak langsung jurnalnya terindeks (terlihat) di scopus. Mesin web scopus butuh waktu untuk memuat ulang database. Biasanya artikel (nama, afiliasi, jurul) baru dapat dilihat di scopus setelah jangka waktu 1-2 bulan setelah terbit. Jadi solusinya menunggu artikel tersebut diindeks.

4. Jurnal yang tempat Anda terbitkan belum terindeks Scopus

Jika tiga alasan di atas anda juga belum menemukan ID di scopus, maka kemungkinan besar jurnal yang tempat anda terbitkan belum terindeks scopus. Meskipun Anda telah mencari di SJR dan ada mana jurnal tersebut, Anda tetap harus hati-hati. Pastikan pada detail diskripsinya ada keterangan bahwa Coverage masih ongoing. Berikut contohnya:

sjr ongoing

Melihat ID Scopus yang hanya mempunyai satu Artikel

No ID scopus tidak dapat langsung dilihat jika Anda hanya mampunyai satu artikel yang terindeks scopus. Alasannya sudah saya jelaskan di atas, naum demikian saya mempunyai trik untuk dapat melihatnya:

Sebenarnya saya berniat memaparkan dalam bentuk tulisan, namun kemudian saya stop karena saat ini Admin sedang ada banyak kesibukan. Tapi tidak perlu kuwatir, sudah saya buatkan ringkasan dalam bentuk video. Mudah-mudahan bermanfaat. Silahakn tonton sampai selesai:

 

Untuk melihat tampilan profil ID, berikut linknya:

https://www.scopus.com/authid/detail.uri?authorId=56766236300

Ganti 56766236300 dengan No ID yang Anda telah dapatkan.

Photo of author

Thoha Firdaus

Seorang yang suka mengajar, nulis di blog, buat video youtube, mencari hal yang baru.

Facebook Twitter Instagram Youtube

PENTING: Bantu kami memblokir iklan yang berbau sensitif dan pornografi dengan mengirimkan screenshot ke email: mail[et]thoha.id.

27 pemikiran pada “Mengapa Tidak Bisa Melihat ID Scopus ? Ini Solusinya dan Alasan”

  1. artikel saya masih belum muncul di scopus.com. terhitung sudah 6 bulan dari tanggal 17 desember 2017. mohon bantuan pak untuk tau id scopus saya,,,,maturnuwun
    Author
    Lusi Suwandari, Jendral Soedirman University
    Yuyus Suryana, Padjadjaran University Bandung

    Yuyun Wirasasmita, Padjadjaran University Bandung

    Sutisna, Padjadjaran University Bandung
    Nama journal : Academy of Strategic Management Journal (Print ISSN: 1544-1458; Online ISSN: 1939-6104)
    Q3, 2017 Vol: 16 Issue: 3

    Balas
  2. halo selamat siang, pak saya mau bertanya artikel ibu sy sdh terbit bulan april 2021 di jurnal psychology and education, tetapi smpai sekarang artikel belum muncul di scopus bagimna ya caranya

    Balas
  3. Salam Mas Thoha,,Saya Irma. Saya sudah mencoba trik yang Mas tuliskan tetapi blm ketemu juga. Saya kesulitan menemukan ID Scopus Saya karena tidak ada di pencarian dengan Institusi yang Saya punya dan juga ada yang sama dengan Saya nama nya.
    Dulu Saya ada catat ID Scopus Saya tetapi setelah Saya cari tyta ID yang Saya simpan punya orang lain. Ketika Saya klik profil nya ada beberapa paper punya Saya di profil nya.
    Bisakah ID Scopus berubah? Atau bisakah Kita melihat ID Scopus dari paper2 yang Kita punya?
    Terimakasih. Wassalam

    Balas
  4. Halo kak, terimakasih sebelumnya atas informasinya yang sudah dipaparkan. Jadi saya ingin bertanya, sebelumnya artikel saya lolos publikasi di jurnal Sinta 3, dan tiba” 6 bulan kemudian jurnal tersebut terindeks scopus dan Sinta 1. Oleh pihak jurnalnya disampaikan bahwa artikel yg sudah terbit dua tahun sblumnya akan ikut terindeks juga. Namun sampai sekarang waktu saya cek artikel saya belum masuk juga di website Scopus, apakah butuh waktu lama kak? Tetapi kalau di website Sinta, artikelnya sudah masuk. Selain itu, saya juga cek nama jurnalnya di Scimago Journal & Country Rank tetapi nama jurnalnya juga belum masuk. Apakah untuk terdata memang butuh waktu yg lama ya? Terimakasih.

    Balas
  5. Terima kasih videonya, sangat bermanfaat. Akhirnya saya bisa melihat ID Scopus saya.

    Nuhun pisan, terima kasih banyak

    Balas
  6. salam kenal mas, saya punya permasalahan mengenai id scopus yang tak terlihat. setelah saya telusuri ternyata judul artikel saya masuk dinama orang lain sehingga say atidak memiliki/melihat ID scopus saya, boleh minta bantuan untuk mengatasinya mas terimakasih

    Balas
    • saya juga orang yang baru saja memiliki 1 artikel scopus.
      In vitro studies on the cytotoxicity, elastase, and tyrosinase inhibitory activities of tomato (Solanum lycopersicum Mill.) extract
      judul artikel ini masuk di data orang lain yang mirip namanya seperti saya ini profilnya Widayat, Wahyu Widi dari universitas nusantara PGRI kediri
      sedangkan saya Wahyu Widayat atau Widayat Wahyu dari UNV. Mulawarman samarinda Kalimantan Timur. mohon bantuannya untuk saya bisa melihat ID scopus dan memindahkan jurnal tsb ke profil saya.
      terimakasih

      Balas
  7. Selamat Siang, Perkenalkan saya Arita Murwani. Saya sdh ada 4 scopus sejak 2019 tapi belum bisa melihat ID Scopus saya. Minta tolong dengan sangat. Terima kasih

    Balas

Tinggalkan komentar