Daftar Isi 7
Artikel

ORCID iD untuk Dosen: Cara Membuat dan Memanfaatkannya

Naya Jurnal Ilmiah Trik dan Tips
Ilustrasi ikon profil peneliti dengan teks ORCID iD untuk peneliti

ORCID iD adalah pengenal digital permanen yang membuat nama Anda tidak tertukar dengan peneliti lain, apa pun ejaan atau afiliasi yang tertulis di artikel. Bagi dosen dan mahasiswa pascasarjana di Indonesia, identitas ini makin sering diminta saat mengirim naskah, dan menurut laman resmi ORCID, pembuatannya gratis bagi peneliti.

Banyak orang membuatnya hanya karena disuruh jurnal, lalu membiarkan profilnya kosong. Padahal dengan sedikit pengaturan, ORCID bisa menjadi kerangka rekam jejak publikasi yang rapi dan mudah dibagikan.

Mengapa Nama Saja Tidak Cukup

Nama seperti “Ahmad Fauzi” atau “Siti Nurhaliza” dimiliki banyak orang. Nama yang sama juga bisa tertulis berbeda, misalnya dengan atau tanpa gelar, singkatan, atau urutan terbalik. Akibatnya, karya satu orang mudah tercecer di berbagai basis data.

ORCID menyelesaikannya dengan satu nomor unik yang menempel pada Anda seumur karier, meski Anda pindah kampus atau berganti bidang. Menurut penjelasan teknis ORCID, nomor ini tidak memuat data pribadi maupun informasi karier seperti institusi, sehingga tetap berlaku sepanjang waktu.

Bagi pengelola jurnal dan reviewer, manfaatnya juga nyata. Editor dapat memastikan penulis yang dihubungi memang orang yang tepat, sementara penulis tampil lebih profesional karena identitasnya jelas dan mudah ditelusuri oleh pembaca maupun lembaga pemberi dana.

Mengenali Bentuk iD dan Cara Membuatnya

Sebuah iD berbentuk alamat web dengan 16 karakter yang dikelompokkan empat-empat, yakni https://orcid.org/xxxx-xxxx-xxxx-xxxx. Karakter terakhir adalah angka pemeriksa yang bisa berupa digit atau huruf X kapital, seperti dijelaskan dalam struktur ORCID iD. Saat menuliskannya, gunakan bentuk lengkap berikut tanda hubung dan awalan https://.

Cara membuatnya sederhana:

  1. Buka orcid.org dan pilih menu pendaftaran.
  2. Isi nama, surel, dan kata sandi. Gunakan surel yang akan tetap Anda miliki, dan sebaiknya tambahkan surel institusi maupun surel pribadi agar akun tidak hilang saat pindah tempat kerja.
  3. Atur siapa yang boleh melihat data Anda, lalu setujui ketentuan layanan.
  4. Verifikasi surel dan simpan nomor iD Anda.

Mengatur Privasi Sejak Awal

Anda yang mengendalikan siapa melihat apa. Menurut penjelasan tingkat visibilitas ORCID, ada tiga tingkat: “Everyone” untuk siapa saja, “Trusted parties” untuk pihak yang Anda beri izin, dan “Only me” untuk Anda sendiri beserta orang yang Anda tunjuk sebagai pengelola. Saat mendaftar, nama berstatus terbuka sedangkan surel bersifat pribadi.

Untuk keperluan akademik, biarkan afiliasi dan daftar publikasi terbuka agar mudah ditemukan, sedangkan data yang tidak perlu dipublikasikan tetap dibatasi. Tinjau pengaturan ini setiap beberapa bulan.

Mengisi Profil dengan Karya yang Tepat

Profil kosong hampir tidak berguna. Isilah bagian afiliasi, pendidikan, dan daftar karya. Karya bisa ditambahkan dengan beberapa cara: mencari dan menautkan lewat DOI, mengimpor dari basis data yang terhubung, memasukkan berkas BibTeX, atau mengetik manual untuk karya tanpa pengenal baku. ORCID juga menganjurkan pemberian izin kepada organisasi tepercaya agar dapat menambah karya secara otomatis.

Periksa kembali setiap entri yang masuk. Hapus duplikat dan pastikan Anda hanya mencantumkan karya yang benar-benar Anda tulis. Kebiasaan ini sejalan dengan upaya merawat reputasi daring seperti dibahas pada jejak digital akademisi, dan tentu saja dengan kebiasaan memeriksa referensi sebelum naskah dikirim.

Memanfaatkan ORCID dalam Keseharian Akademik

Cantumkan iD Anda saat mengirim naskah ke jurnal, mengajukan hibah, dan pada tanda tangan surel profesional atau laman profil kampus. Jika ada rujukan yang tersimpan di manajer referensi seperti Mendeley, sinkronkan data dengan rapi supaya konsisten. Pengelola jurnal yang mengaktifkan kolom ORCID di sistem editorialnya juga akan lebih mudah membedakan penulis bernama sama.

ORCID tidak menggantikan profil lain. Ia berjalan berdampingan dengan profil nasional seperti yang dibahas pada panduan klaim dokumen di Garuda, serta mendukung visibilitas karya yang dikuatkan lewat akses terbuka.

Kesalahan yang Sering Terjadi

Kesalahan pertama adalah membuat akun ganda. Dua iD untuk satu orang justru memecah rekam jejak yang ingin disatukan. Sebelum mendaftar, coba masuk atau gunakan fitur pemulihan akun dengan surel lama Anda; bila akun sudah ada, rapikan saja akun tersebut.

Kesalahan kedua adalah membagikan akses akun begitu saja. Kata sandi ORCID sama pentingnya dengan kata sandi surel kampus, jadi jangan diberikan kepada asisten atau rekan. Jika memang perlu dibantu, gunakan fitur penunjukan pengelola resmi di dalam akun. Kesalahan ketiga adalah menyalin daftar publikasi tanpa memeriksanya, sehingga judul ganda atau karya orang lain ikut tertaut ke nama Anda.

Langkah Praktis Mulai Hari Ini

Luangkan dua puluh menit untuk membuat atau merapikan akun ORCID Anda. Tambahkan surel cadangan, atur visibilitas, tautkan lima karya terbaru, lalu salin iD Anda ke tanda tangan surel dan profil kampus. Setelah itu, cukup tinjau profil setiap kali ada publikasi baru. Langkah kecil ini membuat jejak ilmiah Anda lebih mudah ditemukan dan dipercaya, termasuk oleh redaksi jurnal yang akan menilai naskah Anda. Bila Anda pengelola jurnal dan ingin alur editorialnya lebih rapi, lihat juga layanan kostumisasi OJS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *