KEWAJIBAN BAGI ORANG YANG SEDANG SAKIT

 

KEWAJIBAN BAGI ORANG YANG SEDANG SAKIT |Cukup banyak orang yang belum mengerti dan faham bagaimana kewajiban bagi orang yang sakit, sakit adalah Allah yang memberikan dan tentulah sepatutnya semua urusan serahkan kepada Allah. Berikut kewajiban orang yang sakit khususnya bila sakit sudah terlalu parah:

1. Bersikap sabar dan senantiasa berikhtiar

Berdasarkan hadits dari Shuhaib

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

Sungguh mengagumkan perkara orang mukmin karena semua urusannya adalah baik, dan hal itu tidak terjadi pada seorangpun kecuali orang mukmin. Jika ia mendapat kesenangan kemudian ia bersyukur, maka hal itu baik baginya. dan apabila ditrimpa kesulitan kemudian ia bersabar, maka hal itupun baik baginya“.(HR. Muslim : Shahih Muslim)

2. Berprasangka baik kepada Allah, apabila sampai pada akhir ajalnya

Berdasarkan hadits dari Jabir:

سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبْلَ وَفَاتِهِ بِثَلَاثٍ يَقُولُ لَا يَمُوتَنَّ أَحَدُكُمْ إِلَّا وَهُوَ يُحْسِنُ بِاللَّهِ الظَّنَّ

“Aku pernah mendengar Rasulullah SAW. bersabda sebelum wafatnya:”Janganlah salah seorang dari kamu semua mati, kecuali berbaik sangka (Husnudzan) kepada Allah”. (HR. Muslim : Shahih Muslim)

3. Hendaknya berada diantara takut dan penuh pengharapan (khauf dan raja)

Berdasarkan hadits dari Anas:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ عَلَى شَابٍّ وَهُوَ فِي الْمَوْتِ فَقَالَ كَيْفَ تَجِدُكَ قَالَ وَاللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنِّي أَرْجُو اللَّهَ وَإِنِّي أَخَافُ ذُنُوبِي فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَجْتَمِعَانِ فِي قَلْبِ عَبْدٍ فِي مِثْلِ هَذَا الْمَوْطِنِ إِلَّا أَعْطَاهُ اللَّهُ مَا يَرْجُو وَآمَنَهُ مِمَّا يَخَافُ

“Bahwa Rasulullah SAW. masuk kepada seorang pemuda yang hampir pada ajalnya, maka beliau bersabda:”Bagaimana perasaanmu? Jawabnya:”Aku berharap kepada Allah dan khawatir akan dosaku”. Maka beliau SAW. bersabda:”Kalau berkumpul kedua sifat itu dalam hati seorang hamba pada peristiwa seperti ini tentulah Allah memberikan apa yang diharapkan dan melindunginya dari apa yang ditakutkan”.(HR. Tirmidzi: Sunan al Tirmidzi)

4. Berwasiat kepada sanak keluarga

Firman Allah SWT:

كُتِبَ عَلَيْكُمْ إِذَا حَضَرَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ إِنْ تَرَكَ خَيْرًا الْوَصِيَّةُ لِلْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ بِالْمَعْرُوفِ حَقًّا عَلَى الْمُتَّقِينَ (البقرة)

“Diwajibkan atas kamu, apabila seorang di antara kamu kedatangan (tanda-tanda) maut, jika ia meninggalkan harta yang banyak, berwasiat untuk ibu-bapak dan karib kerabatnya secara ma’ruf, (Ini adalah) kewajiban atas orang-orang yang bertakwa.(QS. Al Baqarah: 180)

KHITBAH DAN WALIMAHTUL ’URSY

Didalam Alqur’an Allah SWT berfirman,

Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir .” (QS. Ar-Rum : 21).

Sebagaimana isi ayat Al-Qur’an tersebut bahwa Allah menciptakan manusia berpasang-pasangan, agar muncul suatu ketenangan, kesenangan, ketentraman, kedamaian dan kebahagiaan. Hal tersebut tentu saja menyebabkan setiap laki-laki dan perempuan mendambakan pasangan hidup yang memang merupakan fitrah manusia, apalagi pernikahan itu merupakan ketetapan Ilahi dan dalam sunnah Rasul ditegaskan bahwa ” Nikah adalah sunnah-Nya“.

Pernikahan adalah suatu cara dalam pembentukan sebuah keluarga yang islami, sakinah, mawaddah wa rahmah. Sehingga dalam melakukan sebuah pernikahan ada beberapa hal atau langkah yang dilakukan. Ada beberapa langkah yaitu memilih pasangan, khitbah, aqad nikah dan walimahtul ‘urs. Tetapi dalam lingkungan masyarakat sekarang ini banyak sekali terjadi berbagai penyimpangan yang terjadi dan terkadang tidak sesuai dengan ajaran islam. Misalnya yaitu bertukaran cincin antara calon laki-laki dan calon perempuan dalam pertunangan, contoh lainnya juga yaitu mengadakan acara resepsi yang bermewah-mewahan.

Seperti hal-hal yang telah disebutkan diatas, fenomena seperti itu memang sering kita jumpai dilingkungan masyarakat. Ini menjadi sebuah perhatian yang besar, sehingga diperlukan suatu penglurusan agar tidak terus menerus terjadi. Penglurusan tersebut haruslah bersumberkan pada Al-Qur’an serta sunnah Nabi.

Berbagai perkembangan zaman yang terjadi dewasa ini telah membuat banyak perubahan dalam nilai-nilai keislaman di masyarakat. Sebagai insan yang sadar pentingnya syari’at dalam kehidupannya tentunya berusaha berpegang teguh pada ajaran Allah swt. Pernikahan sebagai salah satu perintah (sunnah) dalam islam juga sering termakan oleh budaya yang terkadang menyimpang dari ajaran agama. Diantara berbagai proses sebelum menuju ke gerbang pernikahan dalam islam dikenal adanya khitbah yaitu melamar dan walimatul Ursy’ yaitu resepsi pernikahan.

 1.     Dalil-dalil tentang Khitbah dan Walimatul Ursy’

 Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir .” (QS. Ar-Rum : 21).

Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji pula. Wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik pula .” (QS.An-Nur:26)

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ath-Thabrani, Nabi SAW bersabda :
Barang siapa yang menikahi seorang wanita karena kemuliaannya, maka Allah tidak akan menambahkan kepadanya selain dari pada kehinaan. Barangsiapa menikah karena hartanya, maka Allah tidak akan menambahkan kepadanya selain dari pada kemiskinan, barang siapa menikah karena kedudukannya, maka Allah tidak akan menambahkan kepadanya selain dari pada kerendahan. Dan barang siapa menikahi seorang wanita hanya karena ia menginginkan dengan wanita itu untuk menjaga pandangannya, memelihara kemaluannya atau menyambungkan ikatan kekeluargaannya, maka Allah akan memberkahinya pada wanita itu dan akan memberkahi wanita itu padanya.”

Umar bin Khatab berkata dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim : “Nabi SAW melarang sebagian kamu menawarkan atas penawaran sebagian yang lain, dan tidak boleh seseorang meminang pinangan saudaranya hingga peminang sebelumnya meninggalkannya atau mengizinkannya.”

Buraidah Ibnul Khashif, katanya : “Ketika Ali (Ali Bin Abi Thalib) meminang Fatimah (binti Muhammad Rasulullah) r.a, maka Rasulullah SAW bersabda: “Perkawinan (dalam riwayat lain kedua mempelai) harus mengadakan pesta perkawinan (walimah). Selanjutnya Sa’ad berkata : Saya akan menyumbang seekor kambing.Yang lain menyahut:”Saya akan menyumbangkan gandum sekian..sekian”. Dalam riwayat lain:”Maka terkumpullah dari kelompok kaum Anshor sekian gandum.” (Riwayat Ahmad dan Thabrani).

Rasul bersabda: ”Apabila kalian diundang pada acara walimah, maka datangilah” (HR Bukhari Muslim)

 2. Khitbah

            Pengertian Khitbah

Khitbah adalah meminang (melamar) yaitu permintaan seorang laki-laki kepada anak perempuan orang lain untuk dinikahi, sebagai pendahuluan pernikahan, namun bukanlah aqad nikah, ia hanyalah permintaan dan janji untuk mengadakan pernikahan.

Islam memberikan perhatian yang sangat besar dalam pembentukan sebuah keluarga, karena keluarga merupakan cikal bakal terbentuknya sebuah masyarakat yang lebih luas. Mendirikan dan membentuk sebuah keluarga yang islami, sakinah, mawaddah wa rahmah harus dimulai dengan meletakkan pondasi keislaman yang kokoh, yang dimulai dengan memilih jodoh yang islami

Sebelum pembentukan keluarga dimulai, Islam menganjurkan untuk memilih pasangan yang sholeh terlebih dahulu. Masing-masing pihak harus hati-hati dan tidak gegabah dalam memilih pasangan hidupnya. Islam meletakkan landasan dasar dalam memilih pasangan yakni mengutamakan faktor agama dan akhlak. Dampak negatif kelak akan muncul apabila pemilihan pasangan hanya berdasarkan materi, kedudukan dan penampilan lahiriyah saja.

Dalam QS.An-Nur:26, Allah berfirman : “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji pula. Wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik pula .”

Nabi SAW telah memberikan petunjuk kepada orang-orang yang ingin menikah supaya benar-benar memegang prinsip utama, yaitu memilih pasangan berdasarkan agama dan akhlak, sehingga masing-masing pihak dapat melaksanakan kewajibannya secara sempurna di dalam pembinaan keluarga dan kebahagiaan serta keharmonisan keluarga kelak akan dapat diwujudkan.

Sebelum khithbah, hendaknya masing-masing pihak melakukan shalat istikharoh terlebih dahulu, untuk meminta taufik (pertolongan) dan kemudahan kepada Allah.

Istikharoh ini dimaksudkan agar masing-masing pihak bertawakal kepada Allah dan menyerahkan urusannya kepadaNya, setelah mereka berusaha keras mencari kebaikan itu dan sampai pada ketetapan dalam urusan tersebut sesuai dengan usahanya. Setelah itu baru kembali kepada Allah, meminta kepadaNya agar dimudahkan jika hal tersebut baik, atau memalingkannya jika hal tersebut jelek.

            Adab dan Tata Cara dalam Khitbah

Dalam melakukan khithbah ini perlu diperhatikan adab-adabnya, antara lain :
1.Tidak boleh meminang pinangan orang lain.

Umar bin Khatab berkata dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim : “Nabi SAW melarang sebagian kamu menawarkan atas penawaran sebagian yang lain, dan tidak boleh seseorang meminang pinangan saudaranya hingga peminang sebelumnya meninggalkannya atau mengizinkannya.”

2. Memperlakukan si peminang sebagai laki-laki asing (bukan mahrom).

Karena khithbah ini bukanlah aqad nikah, maka statusnya masih sebagai orang asing (bukan mahram), dan tidak diperkenankan untuk berkhalwat. Hal ini perlu ditekankan, untuk menghindari perbuatan yang tidak dibenarkan Islam, disamping itu kemungkinan batalnya khithbah bisa saja terjadi.

3. Dianjurkan menemui dan memberi hadiah.

Pertemuan yang sopan bagi laki-laki yang meminang dan wanita yang dipinang ialah dengan kehadiran mahram wanita, karena hal tersebut akan menambah kemudahan untuk saling mengenal. Dengan pemberian hadiah dari peminang kepada wanita yang dipinang diharapkan akan mempererat lagi tali silaturrahim diantara mereka. Selain itu juga pemberian hadiah dari peminang kepada wanita yang dipinang itu akan menyemaikan benih-benih cinta diantara mereka. Sebagaimana Rasulullah saw  bersabda,

“Hendaklah kamu saling memberi hadiah, niscaya kamu akan saling mencintai.” (HR. Abu Hurayrah).

Proses meminang (khitbah) terkadang calon mempelai pria mengajukan lamaran kepada keluarga calon mempelai wanita, tetapi ini bukanlah satu-satunya cara, melainkan salah satu cara yang disyariatkan. Dalam melakukan khitbah juga bisa dilakukan dengan beberapa cara yang ada didalam sunnah yaitu  :

  1. Lamaran melalui keluarga pihak wanita.

Sebagaimana Nabi Muhammad SAW melamar Hafshah kepada umar, yang terdapat didalam hadis riwayat Bukhari,

“Nabi saw meminang Hafshah kepadaku, lalu aku nikahkan beliau.” (HR. Bukhari).

  1. Meminang dengan berbicara langsung kepada si wanita.

Hal tersebut sebagaimana peristiwa Rasulullah saw mengutus Hathib bin Abi Balta’ah kepada Ummu Salamah untuk melamarnya buat Rasulullah saw.

                   3. Orang tua si wanita atau kerabatnya menawarkan kepada orang-orang yang mereka ridhoi akhlak dan agamanya.

Hal ini oleh al-Bukhari diistilahkan dengan, “penawaran seseorang akan putrinya atau saudara perempuannya kepada ahli kebaikan.”

  1. Pihak laki-laki melamar wanita melalui pemuka masyarakat.

Sahl bin Sa’ad as-Sa’idi, bahwa seorang wanita datang kepada Rasulullah saw. Lalu seorang laki-laki dari sahabat beliau berdiri seraya berkata, ”Wahai Rasulullah, jika engkau tidak berminat kepadanya, maka kawinilah aku dengannya. Maka Rasulullah saw bersabda,

”Pergilah, sesungguhnya aku telah mengawinkanmu dengannya, dengan ayat Al-Qur’an yang engkau hafal (dan engkauajarkan kepadanya sebagai maskawin).” (HR. Bukhari dan Muslim)

  1. Pemuka masyarakat meminang untuk sebagian sahabatnya.

Sebagaimana peristiwa Fatimah binti Qais saat menjanda dan dilamar oleh Abdur Rahman bin Auf dalam rombongan sahabat Rasulullah.

  1. Wanita menawarkan dirinya kepada laki-laki yang saleh.
  2. Mengemukakan sindiran untuk meminang pada masa iddah (yakni oddah kematian suami dan iddah talak bain).

Setelah menyelesaikan khithbah, tahap selanjutnya adalah penentuan aqad nikah. Dalam surat An-Nisa’ ayat 21 : “…Dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat).”

Melihat tata cara diatas, jarang kita menjumpai hal-hal yang semisal seperti itu, masih ada dan banyak terjadi penyimpangan-penyimpangan yang ada. Hal tersebut dapat kita saksikan yaitu menandai khitbah dengan bertukar cincin. Didalam sunnah tidak diajarkan hal yang seperti itu. Kebudayaan tersebut dianggap lumrah dalam masyarakat, tetapi didalam islam tidak mengenal kebudayaan tersebut. Kebudayaan ini merupakan suatu warisan dari bangsa romawi dan dilakukan digereja.

Selain dari itu juga terkadang sering terjadi bahwa beranggapan setelah peminangan beranggapan sudah boleh seperti selayaknya suami istri walau tidak melewati batas yaitu berdua-duaan, kumpul dalam satu kamar dan sebagainya.  Hal inilah yang harus kita hilangkan dan kembali kepada apa yang telah diajarkan didalam Al-Qur’an dan As-Sunnah.

3. Walimahtul ’Ursy

  1. Pengertian Walimahtul ’Ursy

 Walimah adalah berkumpul dan ‘urs adalah pernikahan, jadi walimatul ‘urs adalah kenduri yang diselenggarakan dengan tujuan menyebarkan berita tentang telah terjadinya suatu pernikahan agar diketahui umum, sehingga terhindar dari fitnah. Jadi walimatul ’ursy adalah pengumuman atau resepsi atau pesta pernikahan yang diselenggarakan ketika akad nikah sudah selesai dilaksanakan. Dan walimatul ‘ursy ini sangat dianjurkan.

Islam melarang umatnya untuk mengadakan akad nikah secara diam-diam, terutama setelah dukhul (masuk) pengantin, seperti yang diperintahkan Nabi kepada Abdurrahman bin Auf dan berdasarkan hadits yang dibawakan Buraidah Ibnul Khashif, katanya : “Ketika Ali (Ali Bin Abi Thalib) meminang Fatimah (binti Muhammad Rasulullah) r.a, maka Rasulullah SAW bersabda: “Perkawinan (dalam riwayat lain kedua mempelai) harus mengadakan pesta perkawinan (walimah). Selanjutnya Sa’ad berkata : Saya akan menyumbang seekor kambing.Yang lain menyahut:”Saya akan menyumbangkan gandum sekian..sekian”. Dalam riwayat lain:”Maka terkumpullah dari kelompok kaum Anshor sekian gandum.” (Riwayat Ahmad dan Thabrani).
Jumhur ulama berpendapat bahwa hukum walimatul ‘urs adalah sunnah, walaupun ada sebagian ulama Syafi’iyah yang mewajibkannya, berdasarkan perintah Nabi SAW kepada Abdur Rahman bin Auf : Selenggarakanlah walimah, meskipun hanya dengan seekor kambing.

Para ulama salaf berbeda pendapat mengenai waktu penyelenggaraan walimah tersebut. Ada yang berpendapat diselenggarakan pada waktu aqad nikah (bersamaan), dan ada juga pendapat setelah melakukan hubungan biologis.

2.   Adab dan Tata Cara dalam Walimahtul ‘Ursy

Berikut ini adalah adab dan tata cara dalam walimatul ‘Ursy

1.     Bagi pengantin (wanita) dan tamu undangannya tidak diperkenankan untuk tabaruj. Memamerkan perhiasan dan berdandan berlebihan. Cukup sekedarnya saja yang penting rapi dan bersih. Dan harus tetap menutup aurat.

2.     Tidak adanya ikhtilat (campur baur) antara ikhwan dan akhwat. Hendaknya tempat untuk tamu undangan dipisah antara laki-laki dan perempuan. Hal ini dimaksudkan agar pandangan terpelihara, mengingat ketika menghadiri pesta semacam ini biasanya tamu undangan berdandannya beda dan tak jarang pula yang melebihi pengantinnya.

3.     Disunahkan untuk mengundang orang miskin & anak yatim  bukan hanya orang kaya saja yang diundang.

4.     Tidak berlebih-lebihan dalam mengeluarkan harta juga makanan, sehingga banyak yang mubazir.

5.     Boleh mengadakan hiburan berupa tabuh2an dari rebana dan yang tidak merusak akidah umat Islam

Sedang adab bagi tamu undangan adalah :

  1. Menghadiri undangan walimah apabila dia diundang. Rasul bersabda: ”Apabila kalian diundang pada acara walimah, maka datangilah” (HR Bukhari Muslim). Namun jika situasi dan kondisi tidak memungkinkan untuk hadir (misal yang mengundang berlainan propinsi yang untuk kesana butuh waktu dan biaya yang tidak sedikit, atau kita sedang sakit), maka ucapan dan doa melalui telepon dan sms atau media lain diperkenankan.
  2. Berpakaian rapi dan sopan serta tetap menutup aurat bagi wanita dan tidak berlebih-lebihan dalam berhias.
  3. Tidak mengajak orang yang tidak diundang oleh tuan rumah. Namun bagi mereka yang tidak diundang diperbolehkan meminta ikut kepada yang diundang tersebut, selama diperkirakan bahwa tuan rumah akan mengijinkannya.
  4. Meninggalkan acara walimah sesegera mungkin jika terdapat kemaksiatan disana.
  5. Mendoakan kepada kedua mempelai dengan doa ”Barrokallahu laka wabbarroka ’alaika wajama’a baynakumma fii khair” (Semoga Allah Memberi berkah kepadamu dan kepada apa-apa yang diberikan-Nya kepadamu, serta semoga Allah menghimpun kalian berdua di dalam kebaikan). Dan tidak diperbolehkan mengucapkan doa Birrafa’ wal banin”, Ucapan semoga mempelai murah rezeki dan banyak anak tersebut, dilarang dalam Islam. Hal ini sesuai dengan hadits: Dari Al-Hasan bahwa Aqil bin Abi Talib kawin dengan seorang wanita dari Jasyam.Para tamu mengucapkan selamat dengan ucapan jahiliyah :”Bir rafa’ wal banin”. Aqil bin Abi Talib mencegah, katanya:”Jangan mengatakan demikian karena Rasulullah melarangnya”. Para tamu bertanya: “Lalu,apa yang harus kami ucapkan ya Aba Zaid?” Aqil menjelaskan, ucapkanlah: “Mudah-mudahan Allah memberi kalian keberkahan dan melimpahkan atas kalian keberkahan”. Demikian ucapan yang diperintahkan Rasul (H.R An-Nasai,Ibnu Majah, dll).

Jika kita melihat gaya hidup manusia zaman sekarang tentunya tidak akan pernah hilang mengenai kemewahan. Watak manusia yang ingin pamer dan berfoya-foya tentunya harus di rem dengan syari’at, karena Alloh tidak menyukai hal yang berlebih-lebihan. Walimahtul ‘ursy yang menampakkan berlebihan sering tampak, lebih-lebih yang diundang hanya orang elit, tanpa mengundang anak yatim dan fakir miskin.

Hal yang sering kita jumpai dimasyarakat juga menganai kebiasaan di masyarakat kita yang dalam perayaan walimah mencampuradukkan tempat bagi ikhwan dan akhwatnya, padahal ini bertentangan dengan ajaran islam yang mensyari’atkan menundukkan pandangan dan berusaha tidak berkhalwat dengan lawan jenisnya.

DAFTAR PUSTAKA

Rasjid, Sulaiman.1989.Fiqh Islam.Sinar Baru:Bandung

Syuqqah, Abu , dan Abdul Halim.1998.Kebebasan Wanita.Gema Insani Press:Jakarta

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum wr.wb Puji syukur kehadirat Allah swt., yang telah memberikan rahmat, hidayah  serta jalan penerang untuk hamba-Nya disetiap langkah kebaikan. …

Selengkapnya

STANDAR KOMPETENSI GURU

Standar kompetensi yang harus dimiliki oleh guru yakni sebegai berikut:

  1. Kompetensi Pedagogik

Kompetensi pedagogik yaitu ke-mampuan mengelola pembelajaran peserta didik. Undang-undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen  dikemukakan kompetensi pe-dagogik adalah “kemampuan me-ngelola pembelajaran peserta didik”.  Depdiknas (2004:9) menyebut kom-petensi ini dengan “kompetensi pengelolaan pem-belajaran.”

  1. Kompetensi Profesional

Kemampuan profesioanal yaitu kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam. Menurut Undang-undang No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, kompetensi profesional adalah “ke-mampuan penguasaan materi pe-lajaran secara luas dan mendalam”. Maksudnya, kompetensi profesional adalah kompetensi atau kemampuan yang berhubungan dengan pe-nyesuaian tugas-tugas keguruan.

  1. Kompetensi Kepribadian

Kompetensi kepribadian adalah memiliki kemampuan kepribadian yang mantap, berakhlak mulia, arif, dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik. Kepribadian yang mantap dari sosok seorang guru akan mem-berikan teladan yang baik terhadap anak didik maupun masyarakatnya, sehingga guru akan tampil sebagai sosok yang patut “digugu” (ditaati nasehat/ ucapan/ perintahnya) dan “ditiru” (di contoh sikap dan perilakunya).Kepribadian guru merupakan faktor terpenting bagi keberhasilan belajar anak didik.

  1. Kompetensi Sosial

Kompetensi sosial yaitu kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik, sesama guru, orangtua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.

PRINSIP MENGAJAR

Untuk seorang guru perlu mengetahui dan dapat menerapkan beberapa prinsip mengajar agar ia dapat menerapkan beberapa prinsip mengajar agar ia dapat melaksanakan tugasnya se-cara professional, yaitu sebagai berikut

  1. Guru harus dapat membangkitkan perhatian peserta didik pada materi pelajaran yang diberikan serta dapat mengggunakan berbagai media dan sumber belajar yang bervariasi.
  2. Guru harus dapat membangkitkan minat peserta didik untuk aktif dalam berfikir serta mencari dan men-emukan sendiri pengetahuan.
  3. Guru harus dapat membuat urutan (sequence) dalam pemberian pe-lajaran dan penyesuaian dengan usia dan tahapan tugas perkembangan pe-serta didik.
  4. Guru perlu menghubungkan pe-lajaran yang akan diberikan dengan pengetahuan yang telah di-miliki peserta didik (kegiatan- apersepsi), agar peserta didik menjadi lebih mudah dalam me-mahami pelajaran yang diterimanya.
  5. Sesuai dengan prinsip repetisi dalam proses pembelajaran, diharapkan gu-ru dapat menjelaskan unit pelajaran secara berulang-ulang hingga tang-gapan peserta didik menjadi jelas.
  6. Guru wajib memerhatikan dan memikirkan korelasi antara mata pelajaran dan/atau praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari.
  7. Guru harus terus menjaga kon-sentrasi belajar para peserta didik dengan cara memberikan kes-empatan berupa pengalaman secara langsung, mengamati/meneliti, dan menyimpulkan pengetahuan yang didapatnya.
  8. Guru harus dapat mengembangkan sikap peserta didik dalam membina hubungan sosial, baik di dalam kelas maupun diluar kelas.
  9. Guru harus menyelidiki dan mendalami perbedaan peserta secara individual agar dapat melayani siswa sesuai dengan perbedaan tersebut.

MEDIA DAN PROSES PENDIDIKAN FISIKA

Suatu proses pembalajaran fisika mestinya selalu menggunakan dasar metode ilmiah. Suatu metode yang pada awalnya dimulai ada fakta yang merenarik perhatian sehingga me-munculkan adanya masalah. Demikian halnya didalam struktur pembelajaran fisika, mestinya juga selalu diawali dengan fakta yang didapat dari pengalaman sehari-hari, percobaan fisika, simulasi, media pandang dengar, model, gambar, buku atau job fisika. Pembelajaran keputusan untuk memunculkan masalah model analitis dikembangkan oleh Oliver dan Newman (1967) dapat digunakan oleh para guru ilmu pengetahuan untuk pendalaman ke siswa atas dasar lingkungan dari teknologi.

Petunjuk berikut dapat dipakai sebagai dasar untuk tujuan ini:

  1. Mengidentifikasi dan memperjelas masalah berbasis konsep dasar.
  2. Mengumpulkan fakta tentang isu dalam telaah kajian konsep.
  3. Mengevaluasi semua hasil telaah “berdasar fakta”.
  4. Mengevaluasi ketertarikan antar konsep “berdasar fakta”.
  5. Pengembalian keputusan yang bersifat semantara.
  6. Menentukan kemampuan dalam menerima penyelesaian.

BAGAIMANA MENJADI GURU PROFESIONAL BIDANG FISIKA

Berikut 2 poin yang paling tidak guru mempunyai ilmu yang mesti dipelajari agar menjadi guru fisika yang handal:

  1. Mengajar  dengan Memperhatikan  Kemajuan Teknologi Informatika

Perkembangan teknik informatika sangat cepat. Guru harus menguasai teknologi ini agar guru dapat melakukan pemutakhiran pengetahuan dan guru dapat melakukan proses pembelajaran yang menarik. Pada masa lalu memang guru menjadi sumber ilmu satu- satunya. Siswa hanya mendapatkan pengetahuan dari guru sehingga guru menjadi pusat pembelajaran. Kemajuan TI menggeser metode pem-belajaran dari pembelajaran berpusat pada guru ke pembelajaran berpusat pada siswa. Hal ini karena sumber belajar sekarang ini sangat bervariasi. Siswa sangat mungkin telah mengakses pengetahuan lebih dulu dari pada gurunya.

  1. Mampu Menjadikan Pembelajaran Fisika Yang Mudah dan Menantang

Berbagai caranya sebagai berikut:

  • Memperbanyak praktikum di la-boratorium, agar bahasan tidak terkesan abstrak. Para siswa diajak belajar de-ngan melakukan pengukuran sebuah fenomena Fisika. Kemudian diteruskan dengan melakukan interpretasi data dari hasil percobaanya sehingga tersusun kerangka teori yang mudah dipahami oleh para siswa. Kalau peralatan tidak bisa diperoleh bisa saja guru menampilkan simulasi sehingga pe-riswtiwa fisis tersebut tampak dalam visualisasi yang diberikan.Teknik pem-belajaran ini senantiasa bisa mem-berikan apa arti fisis dalam kehidupan sehari- hari dari sebuah bahasan tertentu.
  • Fisika adalah ilmu dasar yang aplikasinya sangat banyak di dunia industry. Oleh karena itu kunjungan ke industry dan laboratorium perlu di-lakukan agar siswa semakin gamblang arti fisis dan terapannya di kehidupan nyata.
  • Menggunakan metode pengajaran yang santai  dan menarik. Sangat disayangkan bahwa kalau siswa ditanya tentang guru Fisikanya, maka jawabnya sebagian besar adalah galak dan menakutkan. Banyak orang yang sukses dalam bidang Fisika karena guru Fisikanya sangat dekat dengan para siswa. Jika para siswa sudah para siswa sudah merasa nyaman dan dekat dengan guru Fiska, maka pasti siswa tersebut akan bekerja keras untuk memahami Fisika.
  • Memperbanyak latihan mengerjakan soal yang baik. Tentu saja sesuai dengan tingkat pemahaman para siswa. Siswa yang mulai senang mengerjakan soal- sola Fisika, maka siswa tersebut mulai memahami tentang Fisika.

TANTANGAN YANG HARUS DIHADAPI OLEH PARA GURU DI ERA GLOBAL

Dalam era yang sangat modern ini tentunya sangat banyak sekali tuntutan guru yang mesti dipenuhi, semua untuk kemajuan pendidikan. Berikut adalah tuntutan dan tantangan yang mesti dilakukan dan dihadapi guru:

 

  1. Tuntutan pada diri seorang guru adalah bagaimana setiap guru wajib memenuhi persyaratan menjadi seorang  guru profesional. Persyaratan pertama, persyaratan akademik yaitu seorang guru harus memiliki kualifikasi akademik  minimal strata-1 (S1)
  2. Selanjutnya guru yang memenuhi persyaratan pertama tersebut mereka wajib mengikuti sertifikasi profesi, agar memiliki ke-empat kompetensi guru.
  3. Kompetensi profesional menuntut guru harus selalu meng-update  pengetahuan yang dimiliki. Ilmu pengetahuan berkembang sangat cepat. Pada masa lalu perkembangan ilmu pengetahuan mungkin memerlukan waktu ratusan tahun, tetapi kini orde perkembangan itu hanyalah tahunan. Oleh karena itu guru yang tak pernah meng-up-date pe-ngetahuannya tentu akan ketinggalan informasi. Disamping pemutakiran pe-ngetahuan, pemahaman terhadap materi bidang keahlian menjadi sangat mutlak diperlukan. Bagaimana guru bisa percaya diri sendiri di depan kelas manakala yang bersangkutan merasa tidak menguasai bahan yang diajarkan.
  4. Pemenuhan kebutuhan pembelajaran oleh setiap siswa
  5. Guru berkewajiban untuk memenuhi hak setiap siswa untuk belajar, dan juga untuk memberikan kesempatan siswa untuk menghadapi tingkat pembelajaran yang lebih tinggi sesuai dengan tingkat kecerdasan siswa.
  6. Pembelajaran dipakai adalah kolaboratif
  7. Pelatihan berbasis sekolah ( Lesson Study)
  8. Perubahan  kearah perbaikan dalam sekolah tentu saja tergantung pada sekolah itu sendiri. Pemenuhan ke-butuhan pembelajaran oleh setiap siswa.
  9. Kompetensi kepribadian, kemampuan kepribadian yang mantap, berakhlak mulia, arif, dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik. Dengan demikain para guru mampu menjadikan dirinya menjadi pejabat yang paling mulia karena dalam setiap perannya senantiasa dalam ibadah kepada Allah SWT. Guru profesioanal selalu menjadi agen- agen keteladanan dimanapun merelka berada.  Kualitas diri ini wajib dimiliki oleh guru profesioanal sehingga indikator yang tampak adalah bahwa seorang guru itu penampilannya meyakinkan dengan aura kewibawaan karena perilakunya menjadi teladan bagi kehidupan di masyarakat.
  10. Kompetensi sosial, kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik, sesama guru, orangtua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.  Kompetensi ini harus terus dibina agar senantiasa mewarnai dakam ke-hidupannya.  Dengan demikian seorang guru adalah selalu tanggap dengan persoalan kemasyarakatan yang muncul baik di sekolah maupun di masyarakat

UPAYA GURU MENARIK MINAT SISWA TERHADAP FISIKA

Ketika kita mendengar kata guru maka yang ada dalam pikiran kita adalah seorang dengan pakain lusuh dengan  kendaraan sepeda dan menenteng tas, meskipun masih ada kelebihannya yaitu dengan wajah  kewibawaan yang terpancar. Melalui Undang- Undang Guru dan Dosen (UUGD) gambaran guru yang dipersonifikasikan sebagai Umar Bakri itu sedikit demi sedikit akan digeser, yakni guru adalah seorang profesional dengan penampilan yang meyakinkan.  Menurut UUGD , Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama ada tujuh macam yaitu: mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Kata professional mengandung arti sebuah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi.

Guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kopetensi, sertifikasi pendidik , sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Kualifikasi akademik diperoleh melalui pendidikan tinggi program sarjana atau program diploma ampat. Kemudian seorang guru profesional juga diwajibkan memiliki empat kompetensi. Pertama adalah kompetensi pedagogik yaitu kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik. Kedua adalah kemampuan profesioanal yaitu kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam. Ketiga, kompetensi kepribadian adalah memiliki kemampuan kepribadian yang mantap, berakhlak mulia, arif, dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik.  Keempat memiliki kompetensi sosial yaitu kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik, sesama guru, orangtua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.

CARA MENINGKATKAN PROBLEMATIKA PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA

  1. Pendahuluan

Tujuan pokok dari pendidikan Islam adalah mendidik budi pekerti dan pembentukan jiwa. Menurut Syed Muhammad Naquib Al-Attas, hasil yang ingin dicapai dari pendidikan Islam adalah menciptakan manusia beradab dalam pengertian yang menyeluruh meliputi kehidupan spiritual dan material. Orang yang terpelajar dalam pandangan Islam adalah orang yang beradab, yaitu orang yang menyadari sepenuhnya tanggungjawab dirinya kepada Allah, memahami dan menunaikan keadilan terhadap diri sendiri dan orang lain dalam masyarakat, dan terus berupaya untuk meningkatkan setiap aspek dalam dirinya menuju kesempurnaan sebagai manusia yang beradab.

Selengkapnya

Pujian dan Sanjungan adalah Musibah

Sahabat, seringkali kita menjumpai sebuah sanjungan ataupun pujian orang untuk kita, apa yang kita rasakan?? Merasa banggakah? Apa sahabat tau bahawasanya itu semua sebuah musibah bagi kita, ya.. apa lagi sanjungan dan pujian itu dilontarkan dihadapan kita langsung. Makruhnya memuji di muka orang yang dipuji jikalau dikhawatirkan timbulnya kerusakan padanya seperti menimbulkan rasa bangga pada diri sendiri dan sebagainya, tetapi Jawaz (yakni boleh) bagi seseorang yang aman hatinya dari perasaan yang sedemikian itu jikalau menerima pujian pada dirinya.

Selengkapnya