Pernahkah Anda menerima naskah baru di meja redaksi, lalu bertanya-tanya, “kira-kira kapan artikel ini bisa diputuskan?” Pertanyaan yang sama sebenarnya juga ada di kepala penulis. Mereka mengirim artikel, lalu menunggu. Tanpa kepastian waktu, rasa cemas itu tumbuh semakin besar—dan semakin besar pula kemungkinan mereka menarik naskahnya dan mencoba ke jurnal lain.
Banyak pengelola jurnal menganggap proses editorial cukup berjalan apa adanya: naskah masuk, dicocokkan dengan reviewer, lalu menunggu hasil. Padahal, kecepatan dan kepastian proses adalah salah satu ukuran mutu layanan jurnal yang paling langsung dirasakan penulis. Jurnal dengan tampilan rapi tetapi lambat memberi keputusan bisa kalah oleh jurnal yang lebih sederhana tetapi responsif.
Mengapa target waktu itu penting?
- Membangun kepercayaan penulis. Penulis akan merasa dihargai ketika tahu kapan harus menunggu kabar dan apa yang terjadi dengan naskahnya.
- Mencegah naskah “kabur”. Penulis yang menunggu terlalu lama tanpa kabar sering menarik naskahnya di tengah jalan, dan kerja redaksi pun sia-sia.
- Menjaga ritme kerja redaksi. Adanya target memaksa tim mengatur alur kerja, bukan menumpuk naskah sampai menumpuk.
- Menunjang kesiapan akreditasi. Proses pengelolaan naskah yang terdokumentasi dan teratur menjadi nilai tambah saat penilaian kelayakan jurnal.
Perlu ditegaskan: target waktu bukan berarti jurnal harus secepat jurnal internasional bereputasi. Tujuannya adalah kepastian dan keteraturan, bukan kecepatan yang mustahil ditepati. Penulis lebih memaafkan proses yang lama tetapi jelas daripada proses yang cepat tetapi tidak pernah dikabari.
Target waktu mana saja yang perlu dipikirkan?
Tidak perlu membuat aturan yang rumit. Cukup tetapkan patokan sederhana untuk beberapa tahap penting berikut:
- Konfirmasi penerimaan: satu hingga dua hari setelah naskah masuk, penulis sudah mendapat kabar bahwa naskahnya diterima dan sedang diproses.
- Desk review: sekitar satu hingga dua minggu untuk menilai kesesuaian topik, kelengkapan, dan kualitas awal naskah.
- Keputusan review pertama: empat hingga delapan minggu setelah reviewer menerima naskah adalah patokan umum yang banyak dipakai jurnal di Indonesia.
- Hasil revisi: dua hingga empat minggu setelah penulis mengembalikan revisi.
- Keputusan akhir dan jadwal terbit: jelaskan sejak awal apakah artikel terbit langsung setelah diterima atau menunggu edisi berikutnya.
Angka-angka di atas hanyalah patokan, bukan harga mati. Yang terpenting adalah angka itu ditetapkan, ditulis, dan dikomunikasikan kepada penulis. Jika jurnal Anda belum terbiasa dengan kebiasaan ini, artikel tentang komunikasi redaksi jurnal yang profesional bisa menjadi titik awal yang baik.
Cara menetapkan target yang realistis
- Lihat kapasitas tim. Hitung perkiraan jumlah naskah yang sanggup diproses editor dan reviewer dalam sebulan, lalu sesuaikan target dengan angka itu.
- Jangan sekadar meniru jurnal besar. Target harus lahir dari kondisi redaksi sendiri, bukan dari keinginan tampak seperti jurnal internasional.
- Mulai dari target kecil. Lebih baik berjanji enam minggu dan menepati daripada berjanji tiga minggu lalu molor.
- Evaluasi berkala. Catat rata-rata waktu proses tiap tiga hingga enam bulan, lalu perbaiki target dan alur kerjanya.
- Siapkan rencana cadangan. Pastikan proses tetap berjalan ketika editor atau reviewer berhalangan, misalnya dengan tim pengganti atau daftar reviewer cadangan.
Target waktu yang baik juga selaras dengan perencanaan terbitan. Kalender editorial yang realistis membantu redaksi memetakan kapan naskah harus selesai diproses agar edisi bisa terbit tepat waktu—baca lebih lanjut tentang kalender editorial jurnal ilmiah untuk memahami kaitannya.
Cara mengomunikasikan target ke penulis
- Tulis di halaman panduan penulis. Cantumkan perkiraan waktu proses di halaman author guidelines atau halaman informasi proses review agar calon penulis tahu sejak awal.
- Sebutkan dalam email konfirmasi. Saat naskah diterima, sampaikan perkiraan waktu keputusan dan apa yang akan terjadi selanjutnya.
- Gunakan bahasa yang jelas. Hindari kalimat kabur seperti “secepatnya” atau “dalam waktu dekat”; lebih baik tulis rentang waktu yang konkret.
- Perbarui jika berubah. Jika proses molor, kabari penulis sebelum mereka sempat bertanya.
Komunikasi seperti ini terdengar sederhana, tetapi justru di sinilah banyak jurnal gagal. Padahal, kabar yang teratur adalah salah satu bentuk penghargaan paling murah yang bisa diberikan redaksi kepada penulis.
Ketika target tidak tercapai
Sejujurnya, tidak semua target akan selalu tercapai. Reviewer terlambat, editor sedang sibuk, atau naskah membutuhkan pemeriksaan tambahan adalah hal yang wajar. Yang membedakan jurnal profesional bukanlah ketiadaan keterlambatan, melainkan cara menghadapinya: kabari penulis lebih awal, perbarui perkiraan waktu, dan minta maaf bila perlu. Kesunyian adalah musuh terbesar kepercayaan penulis.
Penting juga untuk melihat pengalaman dari sisi penulis. Artikel tentang kesalahan umum yang membuat naskah dikembalikan menunjukkan bahwa banyak penulis sebenarnya ingin bekerja sama dengan baik—mereka hanya butuh arahan yang jelas dan kabar yang teratur. Referensi dari Committee on Publication Ethics (COPE) juga bisa menjadi pegangan etis untuk menjaga proses editorial tetap transparan.
Investasi kecil, dampak besar
Menetapkan target waktu editorial yang realistis adalah investasi kecil dengan dampak besar. Penulis yang diperlakukan dengan kepastian akan kembali mengirim naskah berikutnya, merekomendasikan jurnal kepada koleganya, dan lebih sabar ketika proses review berjalan. Di sisi redaksi, kebiasaan ini juga membantu jurnal tampil lebih siap dalam penilaian akreditasi, karena mutu layanan adalah salah satu aspek yang dinilai—seperti diulas dalam checklist kesiapan akreditasi jurnal.
Jika jurnal Anda ingin menata alur editorial, kebijakan, dan layanan penulis secara lebih rapi, tim Sangu Ilmu siap mendampingi—mulai dari penyusunan dokumen kebijakan hingga pendampingan peningkatan mutu layanan jurnal. Silakan hubungi kami melalui halaman tentang kami untuk berkonsultasi lebih lanjut.
Pada akhirnya, penulis tidak hanya mencari jurnal yang menerima naskahnya—mereka mencari jurnal yang memperlakukan mereka dengan jelas, adil, dan penuh kepastian. Target waktu editorial yang realistis adalah salah satu cara paling sederhana untuk menunjukkannya.
Tinggalkan Balasan