TANTANGAN YANG HARUS DIHADAPI OLEH PARA GURU DI ERA GLOBAL

Dalam era yang sangat modern ini tentunya sangat banyak sekali tuntutan guru yang mesti dipenuhi, semua untuk kemajuan pendidikan. Berikut adalah tuntutan dan tantangan yang mesti dilakukan dan dihadapi guru:

 

  1. Tuntutan pada diri seorang guru adalah bagaimana setiap guru wajib memenuhi persyaratan menjadi seorang  guru profesional. Persyaratan pertama, persyaratan akademik yaitu seorang guru harus memiliki kualifikasi akademik  minimal strata-1 (S1)
  2. Selanjutnya guru yang memenuhi persyaratan pertama tersebut mereka wajib mengikuti sertifikasi profesi, agar memiliki ke-empat kompetensi guru.
  3. Kompetensi profesional menuntut guru harus selalu meng-update  pengetahuan yang dimiliki. Ilmu pengetahuan berkembang sangat cepat. Pada masa lalu perkembangan ilmu pengetahuan mungkin memerlukan waktu ratusan tahun, tetapi kini orde perkembangan itu hanyalah tahunan. Oleh karena itu guru yang tak pernah meng-up-date pe-ngetahuannya tentu akan ketinggalan informasi. Disamping pemutakiran pe-ngetahuan, pemahaman terhadap materi bidang keahlian menjadi sangat mutlak diperlukan. Bagaimana guru bisa percaya diri sendiri di depan kelas manakala yang bersangkutan merasa tidak menguasai bahan yang diajarkan.
  4. Pemenuhan kebutuhan pembelajaran oleh setiap siswa
  5. Guru berkewajiban untuk memenuhi hak setiap siswa untuk belajar, dan juga untuk memberikan kesempatan siswa untuk menghadapi tingkat pembelajaran yang lebih tinggi sesuai dengan tingkat kecerdasan siswa.
  6. Pembelajaran dipakai adalah kolaboratif
  7. Pelatihan berbasis sekolah ( Lesson Study)
  8. Perubahan  kearah perbaikan dalam sekolah tentu saja tergantung pada sekolah itu sendiri. Pemenuhan ke-butuhan pembelajaran oleh setiap siswa.
  9. Kompetensi kepribadian, kemampuan kepribadian yang mantap, berakhlak mulia, arif, dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik. Dengan demikain para guru mampu menjadikan dirinya menjadi pejabat yang paling mulia karena dalam setiap perannya senantiasa dalam ibadah kepada Allah SWT. Guru profesioanal selalu menjadi agen- agen keteladanan dimanapun merelka berada.  Kualitas diri ini wajib dimiliki oleh guru profesioanal sehingga indikator yang tampak adalah bahwa seorang guru itu penampilannya meyakinkan dengan aura kewibawaan karena perilakunya menjadi teladan bagi kehidupan di masyarakat.
  10. Kompetensi sosial, kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik, sesama guru, orangtua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.  Kompetensi ini harus terus dibina agar senantiasa mewarnai dakam ke-hidupannya.  Dengan demikian seorang guru adalah selalu tanggap dengan persoalan kemasyarakatan yang muncul baik di sekolah maupun di masyarakat

UPAYA GURU MENARIK MINAT SISWA TERHADAP FISIKA

Ketika kita mendengar kata guru maka yang ada dalam pikiran kita adalah seorang dengan pakain lusuh dengan  kendaraan sepeda dan menenteng tas, meskipun masih ada kelebihannya yaitu dengan wajah  kewibawaan yang terpancar. Melalui Undang- Undang Guru dan Dosen (UUGD) gambaran guru yang dipersonifikasikan sebagai Umar Bakri itu sedikit demi sedikit akan digeser, yakni guru adalah seorang profesional dengan penampilan yang meyakinkan.  Menurut UUGD , Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama ada tujuh macam yaitu: mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Kata professional mengandung arti sebuah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi.

Guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kopetensi, sertifikasi pendidik , sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Kualifikasi akademik diperoleh melalui pendidikan tinggi program sarjana atau program diploma ampat. Kemudian seorang guru profesional juga diwajibkan memiliki empat kompetensi. Pertama adalah kompetensi pedagogik yaitu kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik. Kedua adalah kemampuan profesioanal yaitu kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam. Ketiga, kompetensi kepribadian adalah memiliki kemampuan kepribadian yang mantap, berakhlak mulia, arif, dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik.  Keempat memiliki kompetensi sosial yaitu kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik, sesama guru, orangtua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.

CARA MENINGKATKAN PROBLEMATIKA PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA

  1. Pendahuluan

Tujuan pokok dari pendidikan Islam adalah mendidik budi pekerti dan pembentukan jiwa. Menurut Syed Muhammad Naquib Al-Attas, hasil yang ingin dicapai dari pendidikan Islam adalah menciptakan manusia beradab dalam pengertian yang menyeluruh meliputi kehidupan spiritual dan material. Orang yang terpelajar dalam pandangan Islam adalah orang yang beradab, yaitu orang yang menyadari sepenuhnya tanggungjawab dirinya kepada Allah, memahami dan menunaikan keadilan terhadap diri sendiri dan orang lain dalam masyarakat, dan terus berupaya untuk meningkatkan setiap aspek dalam dirinya menuju kesempurnaan sebagai manusia yang beradab.

SelengkapnyaCARA MENINGKATKAN PROBLEMATIKA PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA

Pujian dan Sanjungan adalah Musibah

Sahabat, seringkali kita menjumpai sebuah sanjungan ataupun pujian orang untuk kita, apa yang kita rasakan?? Merasa banggakah? Apa sahabat tau bahawasanya itu semua sebuah musibah bagi kita, ya.. apa lagi sanjungan dan pujian itu dilontarkan dihadapan kita langsung. Makruhnya memuji di muka orang yang dipuji jikalau dikhawatirkan timbulnya kerusakan padanya seperti menimbulkan rasa bangga pada diri sendiri dan sebagainya, tetapi Jawaz (yakni boleh) bagi seseorang yang aman hatinya dari perasaan yang sedemikian itu jikalau menerima pujian pada dirinya.

SelengkapnyaPujian dan Sanjungan adalah Musibah